Pembahasan RAPBA Tidak Ada Deadline

BANDA ACEH (RA) – Badan Anggaran (Banggar) DPRA dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), hingga kemarin masih membahas sumber pendapatan Aceh dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA). “Kita masih bicara makro ekonomi dalam KUA,” ujar Nurzahri, Minggu (18/2).

Lanjutnya, begitu juga, Banggar DPRA dan TAPA belum masuk dalam pembahasan PPAS. Meski demikian, pembahasan ini tetap dijalankan sebelum ada deadline (batas waktu).
“Pembahasanakan terus dilanjutkan, asumsi belanja dalam KUA juga belum ditetapkan,” ungkap politisi PA ini.

Menurutnya, dalam pemabahasan RAPBA tersebut, tidak ada deadline dari pemerintah pusat. Namun butuh keseriusan dari pemerintah Aceh dan TAPA dalam membahasnya.
“Tidak ada deadline, kita jalankan saja, sampai permasalahan ini selesaikan,” jelasnya.
Sebelumnya, kata Nurzahri, masalah RAPBA sudah pernah dibicarakan di pendopo Wagub Aceh, yang hadir Gubernur Aceh, Sekda Aceh dan anggota TAPA serta pimpinan DPRA, tidak ada kapan batas waktu (deadline) pembahasan RAPBA berakhir sebelum jalan pintas satu-satunya Pergub.

Kata Nurzahri, juga tidak ada info mengenai batas waktu pembahasan RAPBA. Sebab, dokumen yang diserahkan TAPA pada Juli 2017 lalu, untuk dibahas dan sifatnya sudah darurat.

“Kalau ada yang tanya dealine berakhir 27 Februari, saya tidak tahu,” ungkap Nurzahri, yang juga Ketua Komisi II DPRA ini.

Pembahan RAPBA 2018 sudah beberapa kali melakukan pertemuan Banggar DPRA dengan TAPA, belum ada kesimpulan. Rencananya, KUA PPAS akan kembali dibahas di Gedung DPRA, Senin (19/2). (adi/mai)