Perawat Curi 2.640 Botol Infus

Rakyat Aceh

Dua Tersangka Ditangkap

LHOKSEUMAWE(RA) – Sindikat pencurian cairan infus di Rumah Sakit Kasih Ibu, Lhokseumawe terungkap. Dua pelaku yang juga perawat di rumah sakit yang berbeda berhasil ditangkap. Sedikitnya 2.640 botol atau 124 kotak cairan infus berhasil diamankan.
Dua tersangka yang ditangkap itu yakni RS (28), perawat yang juga kepala ICU Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Lhokseumawe. Berikunya IQ (24), perawat yang bertugas di UGD Rumah Sakit Kasih Ibu, Lhokseumawe. Sementara dua tersangka lainnya M (33) dan A (40), masuk dalam pencarian orang atau DPO.

“Terungkapnya sindikat ini setelah kita mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan. Dalam waktu 24 jam, kita berhasil menangkap dua pelaku setelah kita melakukan skenario transaksi jual beli,” terang Kapolsek Banda Sakti Lhokseumawe, Iptu Arif Sukmo Wibowo, Minggu (18/2).

Lanjut Kapolsek, para pelaku tersebut menyimpan barang curiannya di salah satu gudang di Lhoksukon. Sementara barang dicuri di rumah pemilik Rumah Sakit Kasih Ibu yang berada di komplek Pemda, Lhokseumawe. Pencurian ini sudah direncanakan sekitar sebulan yang lalu.

“Pelaku ini menggadakan atau menduplikat kunci gudang. Keempat pelaku merupakan perawat semuanya. Dua pelaku DPO yaitu A, mantan perawat RSU Kasih Ibu dan bekerja di salah satu puskesmas di Aceh Utara. Sedangkan M, mantan perawat di RSU yang sama dan kini bekerja Puskesmas Nisam,” jelas Kapolsek Banda Sakti.

Akibat pencurian tersebut, Rumah Sakit Kasih Ibu mengalami kerugian sebesar Rp17 juta. “Tersangka diancam Pasal 363 ayat 1 jo Pasal 55 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan hukuman lebih dari 7 tahun kurungan,” ujar Iptu Arif. (msi/mai)