Eksekusi Cambuk Sepi Pengunjung

CAMBUK: Terhukum pelanggar Syariat Islam menjalani eksekusi cambuk di halaman Masjid Islamic Center Lhokseumawe, Selasa (20/2). Armiadi/ Rakyat Aceh.

LHOKSEUMAWE (RA) – Eksekusi cambuk terhadap tiga terdakwa pelanggar Syariat Islam di halaman Masjid Islamic Center Lhokseumawe, sepi pengunjung, Selasa (20/2).

Jumlah masyarakat yang hadir menyaksikan prosesi cambuk ke empat bisa dihitung dengan hari.

Menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Isnawati, SH,
sepinya minat masyarakat menyaksikan kemungkinan karena bukan dilaksanakan pada hari Jum’at

“Dulu kan hari Jumat kita langsungkan eksekusi cambuk, sekalian dengan orang turun dari shalat Jumat sehingga menjadi ramai menyaksikan cambuk,” kata Isnawati.

Seharusnya, kaya Isnawati, eksekusi cambuk menjadi efek jera bagi pelaku sendiri, tapi sampai saat ini sudah empat kali cambuk sejak 2017 dan 2018 sepertinya tidak bisa menjadi efek jera. “Biasanya kalau orang hukum cambuk itu malu, tapi ini kan kita lihat tidak malu bagi pelaku itu sendiri,” kata dia.

Sementara ketiga terdakwa yang menjalani eksekusi cambuk didepan umum, dua orang tersandung kasus maisir dan satu orang kasus jarimah zina. Masing-masing, terdakwa HR warga Aceh Besar dan RZ Aceh Barat melakukan Jarimah Penyelenggara perbuatan maisir, melanggar pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan hukuman Uqubat Ta’zir cambuk masing-masing sebanyak 34 kali dimuka umum.

Selanjutnya, menetapkan masa penangkapan atau penahanan terhadap terdakwa dikurangkan seluruhnya dari Uqubat yang dijatuhkan bahwa terhukum telah ditahan selama 90 hari sehingga Uqubat cambuk terhukum dikurangi tiga kali, berdasarkan pasal 23 ayat (2) dan ayat (3) Qanun No. 7 Tahun 2013 tentang hukum acara jinayat, sehingga terhukum dicambuk sebanyak 31 kali.

Kemudian, terdakwa MJ warga Lhokseumawe melakukan Jarimah Zina terhadap anak, melanggar pasal 34 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan hukuman Uqubat Hudud cambuk sebanyak 100 kali dan ditambah Uqubat Ta’zir sebanyak 10 kali di muka umum.

Bahwa terhukum telah ditahan selama 95 hari sehinhgga Uqubat cambuk terhukum dikurangi sebanyak 3 kali, berdasarkan pasal 23 ayat (2) dan ayat (3) Qanun No.7 tahun 2013 tentang hukum acara jinayat, sehingga terhukum dicambuk sebanyak 107 kali.

Terdakwa MJ saat dieksekusi cambuk oleh algojo sempat berhenti beberapa kali, pada hitungan 33, 50 dan hitungan ke 90 kali cambuk karena kesakitan. Kemudian baru dilanjutkan cambuk hingga tuntas ke 107 kali.

Dalam eksekusi cambuk itu, turut mendapatkan pengawalan Polisi dari Mapolres Lhokseumawe dibantu petugas Wilayatul Hisbah. Turut hadir, Kepala Satpol PP dan WH M. Irsyadi, Kepala Dinas Syariat Islam, Mansur, Muspika dan lainnya. (arm/slm)