Lima Beko Ditahan Galian C Ditutup Paksa

DIHENTIKAN: Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab didampingi unsur Forkopimda Aceh Besar melakukan sidak ke lokasi galian C tanpa izin diNeuhen, Masjid Raya, Aceh Besar, Rabu (21/2). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Pemerintah Aceh Besar menutup paksa galian C tanpa izin di bukit Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar. Penutupan dilakukan langsung Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab, Rabu (21/2). Dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) tersebut ia didampingi Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto, Komandan Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto.

Selain menutup paksa galian C, lima unit excavator (beko) yang sedang beraktivitas turut pula ditahan. Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto berjanji akan melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Berdasarkan kita lihat di lapangan ini melangar hukum. Kita akan melakukan penindakan secara hukum. Hari ini akan kita tahan lima beko, sedangkan pelakunya akan kita lakukan penyelidikan,” sebutnya.

Saat Sidak berlangsung, seorang pemilik galian C melaporkan ada oknum Brimob yang juga terlibat dalam galian C ilegal. Laporan itu, ditanggapi langsung AKBP Heru. Ia menyebutkan akan segera memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Kita akan selidiki terlebih dahulu berdasarkan laporan itu. Bila benar, kita akan serahkan ke Propam Polda untuk ditindak lebih lanjut, semua akan kita proses sesuai dengan hukum berlaku,” sebutnya.

Jalankan Aktivitas Tiga Tahun

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga sekitar, galian C ilegal yang ditertibkan sudah menjalankan aktivitas selama tiga tahun dengan lancar. Pelakunya selain oknum polisi juga mantan kombatan.

Kepala Desa Neuhen, Faizan menyatakan pihaknya telah berulang kali memperingati aktivitas dihentikan. Jangankan menuruti peringatan, pelaku bahkan menentang dirinya.
“Kami sudah ingatkan, tapi malahan mereka tidak mempedulikan dan mengatakan ini tanah pemerintah,” kata Faizan.

Ia menyebutkan, warga juga takut dengan pelaku galian C ilegal sehingga terpaksa memilih membiarkan. “Iya karena mereka kuat kita biarkan dan tidak berani menggangu aktivitas pelaku,” katanya.

Faizan membeberkan, aktivitas galian C berlangsung di areal 89 hektar milik pemerintah. Mayoritas pekerjannya merupakan warga setempat.

“Kemarin pada saat ketemu bupati saya sampaikan keluhan masyarakat padanya, itu pada minggu lalu, kemudian disuruh kirimkan surat dan kami kirim surat dan Alhamdullilah hari ini datang dan melakukan penertiban. Kami selaku masyarakat sangat berterima kasih,” katanya.(ibi/mai)