Aturan Adat Agen Dilarang Beli Cengkeh Basah

JEMURr: Cengkeh yang dijemur di halaman rumah warga Simeulue, Selasa (27/2). AHMADI/RAKYAT ACEH

SIMEULUE (RA) – Setiap musim panen buah cengkeh di Kabupaten Simeulue, menjadi sasaran empuk maling spesialis sehingga menjadi momok paling menakutkan para pemilik kebun cengkeh.

Maling spesialis buah cengkeh itu, biasanya beraksi serta leluasa memanjat dan memetik buah dari pohon cengkeh milik korbannya pada malam hari, karena pada saat itu seluruh warga sedang tidur juga diperparah lagi kebun cengkeh yang tidak dijaga pada malam hari.

Namun, untuk antisipasi tidak terulang lagi maling spesialis buah cengkeh itu, warga Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat itu, menerapkan taktik jitu dengan menerbitkan satu kesepakatan adat yang dianggap jitu, setiap agen pembeli atau penampung maupun kedai serta kios dilarang menampung dan membeli buah cengkeh segar atau tidak kering.

Sehingga dengan telah ditetapkan peraturan adat, hasil kesepakatan dan musyawarah tentang melarang transaksi jual beli buah cengkeh segar tersebut, pihak aparat Desa Pulau Teupah tidak lagi menerima keluhan dan laporan pencurian buah cengkeh pada malam hari dari pemilik kebun cengkeh.

Terkait dengan hasil kesepakatan warga dan pemilik kebun cengkeh untuk penerbitan peraturan adat dalam Desa Pulau Teupah itu untuk mencegah aksi maling spesialis buah cengkeh tersebut, dijelaskan Kades Amir BS, Selasa (27/2).

“Alhamdulillah, tidak ada lagi informasi dan laporan tentang pencurian buah cengkeh, setelah ditetapkan hasil musyawarah kita dengan seluruh warga dan pemilik kebun cengkeh termasuk para pembeli, dilarang membeli atau menampung serta menjual buah cengkeh segar, meskipun itu satu butir buah cengkeh,” katanya.

Masih menurut dia, apabila juga dilanggar ada kedai atau kios maupun pembeli yang menampung buah cengkeh segar tersebut, maka akan dikenakan sanksi uang nominal ratusan ribu rupiah dan ditambah kerbau kepada yang terbukti melanggar peraturan tersebut, disebabkan berdasarkan pengalaman, biasanya para maling menjual hasil curiannya, buah cengkeh dalam kondisi mentah dan segar bukan dalam bentuk buah cengkeh kering.

“Biasanya setelah dicuri pada malam hari, para pencuri itu menjual hasil curiannya kepada pembeli atau penampung, buah cengkeh itu masih segar atau mentah bukan dalam keadaan kering, maka kita perketat aturannya setiap buah cengkeh segar atau mentah dilarang untuk diperjualbelikan oleh siapapun,” imbuhnya.

Biasanya para maling spesialis buah cengkeh beraksi dan beroperasi pada malam hari itu, dengan cara memanjat kemudian memetik bahkan menebas atau memotong setiap dahan pohon cengkeh yang berbuah, kemudian memindahkan ketempat yang lebih aman dan mengutip buah cengkeh dalam kegelapan malam, seterusnya pada pagi hari dijual buah cengkeh segar, kepada pembeli atau penampung.

Diketahui pulau-pulau kecil di wilayah administrasi Kabupaten Simeulue, tercatat Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat tercatat salah satu pulau penghasil buah cengkeh terbesar dan diperkirakan sekitar 80 ton buah cengkeh kering dalam musim panen raya ini, dan urutan kedua pulau penghasil cengkeh yakni, pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur dan pulau Simeulue Cut, Kecamatan Simeulue Cut. (ahi/bai)