Ayah Perkosa Anak Kandung

DIBEKUK: MZ (43) warga Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, dibekuk petugas setelah menyetubuhi anak kandungnya yang masih berumur belasan tahun, Banda Aceh, Kamis (8/3). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Tak kuasa menahan nafsu, pria berinisial MZ (43) asal Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar memperkosa anak kandungnya sendiri. Ia menyetubuhi SR yang masih berusia 15 tahun, hingga tiga kali semalam.

Pedagang pop es keliling itu melakukan aksinya sejak tahun 2017. Pada penyidik polisi, MZ mengaku memperkosa anaknya akibat istri sedang berada di penjara tersangkut kasus narkoba.

Pria tiga anak tersebut, melakukan pemerkosaan saat kedua anaknya yang lain sedang tidur. Perbuatan MZ terbongkar setelah SR akhirnya melaporkan perbuatan ayahnya pada kepala pemuda setempat.

“Karena tidak tahan perlakuan sang ayah terhadap dirinya, korban melaporkan perbuatan bejat ayah kandungnya ke kepala pemuda komplek, lalu pemuda laporkan pada kita, kemudian kita lakukan penahanan,” kata Kapolsek Krueng Raya, AKP Agus Salim, Kamis (8/3).

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto menjelaskan selama ini, ketiga anaknya diurus MZ.

“Kejadian perkosaan itu dilakukan ayahnya pada malam hari saat kedua anaknya yang lain tidur,” ujarnya.

Korban juga diancam untuk tidak memberitahukan kepada orang lain, dengan alasan mencemarkan nama baik keluarga.

“Dalam seminggu pelaku menyetubuhi anaknya sebanyak tiga kali. Korban juga sempat melawan ajakan ayahnya namun tidak mampu,” kata AKP Agus.

Barang bukti dan pelaku saat ini diamankan di Mapolresta Banda Aceh, pelaku akan dijerat dengan perlindungan anak.

Cabuli Ponakan Sendiri

Kekerasan seksual terhadap anak juga dilakukan seorang perempuan muda di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Pelaku berinisial SS (28), cabuli anak berusia 7 tahun, keponakannya sendiri.

Ia memasukan pensil dan lidi ke dalam kemaluan korban. Kepala unit perlindungan perempuan dan anak Satreskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Septia Intan Putri. Ia melakukan perbuatan tersebut di dalam kamar rumah korban.

“Perbuatan tersebut dilakukan tersangka sejak tahun 2016 pada saat korban tidur dalam rumahnya,” sebutnya.

Saat benda tersebut dimasukkan, korban terjaga dan mengatakan pada pelaku jangan lakukan itu sakit. “Pelaku malah menyatakan akan memberikan imbalan pada korban bila perbuatan pelaku tidak dikasih tahu siapapun,” jelas Ipda Septia, Kamis (8/2).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Taufiq menyebutkan perbuatan tersangka diketahui, 12 Febuari 2018. Korban mengaku pada ibunya sering dicabuli bunda (sebutan korban untuk pelaku).

“Kemudian ibu kandung korban melapor pada pihak polisi. Lalu kita tangkap di rumahnya, untuk kita periksa dan tersangka mengakui perbuatannya,” sebutnya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal pelindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. (ibi/mai)