Kawasan Hutan Lindung Leuser Paya Rebol Ditanam 20.000 Pohon

ILUSTRASI : Kawasan hutan lindung Paya Rebol, Desa Nosar Baru, Bener Meriah yang akan direhabilitasi dengan penanaman 20.000 pohon. (ist)

 

BENER MERIAH (RA) – Seluas 100 ha kawasan hutan lindung Gunung Geureudong, Bener Meriah akan direhabilitasi melalui penanaman 20.000 bibit pohon.

Kegiatan digagas Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bekerjasama dengan Yayasan Leuser Internasional (YLI) juga melakukan peningkatan kapasitas dan pendapatan 100 KK petani kopi dengan penanaman 4.000 tanaman buah.

Penanaman tahap pertama 20.000 bibit tersebut akan belangsung hari ini Sabtu (10/3), di kawasan hutan lindung Paya Rebol, Desa Nosar Baru, Bener Meriah. Sebanyak 7000 tanaman pohon dan buah akan ditanam di hutan lindung tersebut.

“Kegiatan ini fokus pada rehabilitasi di kawasan hutan lindung Paya Rebol yang merupakan daerah tangkapan air atau water catchment areayang menjadi sumber kebutuhan air sehari-hari masyarakat di tiga kecamatan,” kata leader project ICCTF-YLI, Tommy Mulyadi, Jumat (9/3).

Tiga kecamatan yang dimaksud yakni, Desa Bener Pepanyi Kecamatan Permata, dan Desa Nosar Baru Kecamatan Bener Kelipah di Kabupaten Bener Meriah.

Tujuan lainnya terang Tommy, untuk meningkatkan cadangan karbon dan pendapatan petani kopi melalui pengayaan tanaman dan penerapan teknologi Climate Smart Coffee Production System (CSCPS) dan pendekatan ZWF (Zero Waste Farming).

“InsyaAllah, besok Bupati Bener Meriah, Pak Asmadi, akan ikut naik gunung bersama kami untuk tanam pohon di atas,” kata Tommy.

Rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan kembali kawasan hutan lindung Paya Rebol, yang merupakan kawasan hutan gunung Leuser yang sudah di rambah dan dijadikan areal perkebunan.

“Jadi kondisinya sumber air Paya Rebol debit airnya sudah mulai berkurang, selain itu sumber air Paya Rebol juga sudah terkontaminasi oleh bahan kimia yang digunakan oleh masyarakat yang berkebun di kawasan tersebut,” terang Tommy.

Dengan rehabilitasi kawasan hutan lindung ini diharapkan dapat meningkatkan cadangan karbon kawasan hutan lindung untuk memitigasi dampak dari GRK (Gas Rumah Kaca)

Penanaman tahap II akan dilakukan penanaman 13.000 pohon kayu/buah sehingga total 20.000 pohon kayu/buah akan ditanam di 100 ha kawasan hutan lindung Paya Rebol.

Turut hadir juga, Instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Dinas Pertanian Bener Meriah, Dinas Lingkungan Hidup Bener Meriah, BAPPEDA Bener Meriah, Komisi Pengelolaan Hutan Wilayah III Aceh,Kepala Dinas Pertanahan, Camat, Kapolsek dan Danramil  Kecamatan Permata dan Kecamatan Bener Kelipah, Kepala Desa dan masyarakat Bener Pepanyi dan Nosar Baru ikut terlibat dalam kegiatan ini. (rel)