Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut!

KECEWA: Aung San Suu Kyi sebelum pidato di Naypyitaw, (REUTERS/Soe Zeya Tun)

Harianrakyataceh.com – Museum Peringatan Holocaust AS menyatakan, pihaknya telah mencabut penghargaan hak asasi manusia (HAM) yang diterima Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Rabu lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/3), Hal tersebut berhubungan dengan tuduhan Suu Kyi melakukan pemusnahan etnis Muslim Rohingya. Suu Kyi memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 karena kampanye panjangnya melawan kediktatoran militer negara tersebut.

Ia dianugerahi penghargaan Elie Wiesel Museum Holocaust enam tahun yang lalu atas kepemimpinannya yang berani dan pengorbanan pribadi yang hebat dalam melawan tirani dan memajukan kebebasan dan martabat orang-orang Burma.

Muslim Rohingya terpaksa mengungsi akibat kekerasan yang dialaminya di Myanmar

Muslim Rohingya terpaksa mengungsi akibat kekerasan yang dialaminya di Myanmar(Reuters)

Namun, museum tersebut kecewa. Lalu membatalkan pemberian penghargaan tersebut karena ada bukti-bukti genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar. Sementara Suu Kyi sama sekali tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Hingga saat ini militer Myanmar terus menekan orang-orang Rohingya. Bahkan mereka mengusir orang-orang ROhingya yang ada di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.

Suu Kyi menerima surat dari museum yang berisi, harapan beberapa kaum minoritas Rohingya agar tidak lagi mengalami tindakan militer dan solidaritas sebagai kaum minoritas.

Para wartawan yang mencoba melaporkan pembunuhan masal di Rakhine juga dilarang. Bahkan ada wartawan yang ditangkap terkait pemberitaan.

November lalu, sebuah laporan gabungan oleh museum dan pengawas berbasis di Asia Tenggara, Fortify Rights memberikan kesaksian yang mereka kumpulkan di lapangan, mengenai serangan yang meluas dan sistematis terhadap warga sipil Rohingya.

(ina/iml/trz/JPC)