Satpam PDAM Bobol Gudang

BARANG BUKTI: Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo didampingi Kanit Reskrim Aipda Zamzami, memperlihatkan dua tersangka dan barang bukti hasil curian dari gudang PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara, dalam konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Ahad (11/3). Armiadi/ Rakyat Aceh.

Tirta Mon Pase Rugi Rp500 Juta

LHOKSEUMAWE (RA)- Jajaran Polsek Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, berhasil menciduk pelaku yang membobol gudang logistik milik PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara di Mon Geudong, kecamatan setempat. Pelaku pencurian itu berinisial R (34) yang juga satpam perusahaan plat merah tersebut. Sementara barang-barang yang dicuri yakni, meteran air, hand kran, stop kran dan sejumlah logistik lainnya dengan total semua mencapai 2.250 unit.

“Aksi pencurian itu membuat PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara rugi hingga mencapai Rp500 juta,”jelas Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo didampingi Kanit Reskrim Aipda Zamzami, dalam konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Ahad (11/3).

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, pencurian itu dilakukan sejak bulan Mei 2017 sampai Februari 2018. “Pelaku mencuri barang-barang dalam gudang tidak dikeluarkan secara sekaligus. Itu dilakukan setelah mendapatkan kunci pintu gudang PDAM sehingga leluasa mencuri barang,”ungkapnya.

Namun, sebut dia, aksinya tercium setelah pegawai PDAM melakukan croscek terhadap barang-barang logistik dalam gudang. Ternyata sudah banyak logistik yang dicuri sehingga melaporkan kasus itu ke Polsek Banda Sakti pada 6 Maret 2018. “Mendapatkan laporan pencurian, kita turunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memberikan saksi-saksi sehingga mengarah kepada tersangka R warga Mon Geudong yang juga Satpam PDAM,”ujarnya.

Lanjut Kapolsek, tersangka R berhasil diringkus di rumahnya pada Jumat, (8/3). Bersamanya, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit televisi, satu unit DVD Player, dua unit loadspeakers, empat buah busur rakitan, satu unit teropong dan satu unit Handy Talky.

Kemudian, satu pucuk senapan angin, satu pucuk senapan PCP, satu pucuk senapan PCP motif loreng bersam satu tasnya, satu buah cincin emas beserta surat dan dompet. Polisi juga sita delapan buah kunci gembok, satu unit sepeda motor trail dan barang bukti lainnya. “Diduga barang bukti itu dibeli dari hasil menjual barang-barang curian milik PDAM kepada penadah sekitar Rp70 juta lebih,”katanya.

Selain itu, sambung Kapolsek, akibat membeli barang curian penadah S (39) pemilik salah satu toko bangunan di Keude Cunda Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, berhasil ditangkap Sabtu (10/3).

Adapun barang yang disita dirukonya berupa 438 kotak berisikan meteran air, 217 hand kran dan 103 stop kran serta uang tunai Rp60 juta diduga hasil menjual barang curian kepada pembeli.

“Kita masih terus melakukan pengembangan kasus, siapa tahu ada tersangka lain dalam kasus pencurian dan pemberatan tersebut,”ujarnya. Untuk tersangka pencurian diancam hukuman penjara di atas lima tahun dan penadah di bawah lima tahun penjara.

Sementara tersangka pencurian R mengakui, melakukan pencurian itu karena faktor tuntutan ekonomi. “Gudang logistik PDAM saya bongkar setelah menemukan kunci pintu. Lalu saya coba-coba buka ternyata bisa sehingga mengambil barang-barang dalam gudang untuk dijual pada penadah. Barang itu tidak saya keluarkan sekaligus,”jelasnya. (arm/mai)