Narkoba Menjadi Masalah Kompleks

KOMISI NARKOTIKA: Kepala BNN RI Irjen Pol. Heru Winarko foto bersama usai sidang Komisi Narkotika Dunia di Wina, Austria, Rabu (14/3). FOR RAKYAT ACEH

Banda Aceh (RA) – Kepala BNN RI Irjen Pol. Heru Winarko dalam sidang Komisi Narkotika Dunia menyatakan, narkoba menjadi masalah dan isu yang kompleks di dunia. Permasalahan narkoba perlu ditangani secara terpadu dan komprehensif oleh seluruh negara-negara di dunia.

“Begitu juga dengan Indonesia, terus berupaya memerangi narkoba. Perang narkoba tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga mencegah dengan pemberdayaan masyarakat,” kata dia dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Banda Aceh, Rabu (14/3).

Saat ini, Kepala BNN Irjen Pol Heru Winarko bersama Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser dan delegasi Indonesia menghadiri sidang Komisi Narkoba Dunia atau Commision on Narcotic Drugs (CND) yang berlangsung di Wina, Austria, 12 hingga 16 Maret mendatang.

Irjen Pol Heru Winarko menyebutkan, aktivitas perdagangan narkoba melibatkan individu dan kelompok kriminal terorganisir di Indonesia ternyata semakin mengkhawatirkan.
Berdasarkan jumlah bukti dan obat yang disita semakin banyak. Penyeludupan narkotika di Indonesia sudah berubah, dulunya menggunakan bandara sebagai titik masuk dan keluar, kini dengan penggunaan batas laut dan darat.

“Modus perdagangan baru juga telah ditemukan, yaitu melalui pengiriman barang. Beberapa menggunakan internet, sementara yang lain menggunakan alamat seseorang tanpa sepengetahuan mereka,” papar dia.

Untuk mengatasi masalah ini, Indonesia telah membentuk sebuah gugus tugas yang memiliki mandat dan otorisasi untuk memberantas dan mencegah keluar masuk narkoba dari Indonesia.

“Kerja sama internasional sangat penting untuk mencegah sindikat narkotika. Apalagi Indonesia sudah mencanangkan aksi nasional melawan narkoba. Aksi ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga negara lainnya. Aksi nasional ini meningkatkan aspek kontrol dan penegakan hukum,” kata Irjen Pol Heru Winarko.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser menyatakan program pengalihan tanaman narkotika atau alternatif development menjadi perhatian dunia.

“Program alternatif development sekarang ini sudah menjadi perhatian seluruh negara di dunia,” kata Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser dalam sidang Komisi Nakotika Dunia.
Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser menyebutkan, negara-negara di dunia yang sedang memerangi narkoba seperti Amerika Latin, menyatakan komitmennya melaksanakan program pengalihan tanaman narkotika ke tanaman produktif lainnya. (ril/rif)