BEKRAF Workshop Barista Aceh

IST

Banda Aceh (RA) Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy savitri mengatakan kopi Aceh yang berasal dari Gayo cukup terkenall di tanah air bahkan sudah go internasional. Tinggal lagi diperlukan barista (peracik kopi) handal agar ciri khasnya lebih terasa dan lebih nikmat dirasakan penikmat kopi.

Hal itu disampaikan Poppy saat workshop dengan 50 calon barista Aceh, yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (21/3). Acara ini diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Pusat.

Disebutkan dipilihnya Aceh sebagai kota pertama karena merupakan salah satu
kota penghasil kopi terbesar di Indonesia. Tujuannya memberikan pelatihan
berbasis kompetensi kepada barista (peracik kopi) otodidak.

“Mereka para barista (peracik kopi) nantinya harus berbasis kompetensi sehingga punya kualitas dan diakui dunia bisnis kopi’, ujar Poppy.

Kemudian kopi Indonesia diharapkan dapat maju dan berkembang
menembus dunia internasional sebagai salah satu ikon dari subsektor kuliner.

Saat ini Indonesia merupakan penghasil kopi urutan ke-4 setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia
dengan luas lahan perkebunan kopi 1,24 juta hektar yang 96%-nya merupakan lahan
perkebunan kopi rakyat dan sisanya milik perkebunan swasta dan Pemerintah (PTP
Nusantara). Dari lahan tersebut, 933 hektar ditanami robusta dan 307 hektar arabika.

Sementara Edy Panggabean, Ketua Masyarakat Kopi Indonesia, mengatakan kini hampir semua provinsi di tanah air punya kopi dengan khas masing-masing yang dibungkus dalam berbagai kemasan sangat bagus.

Kita masih kurang dalam racikan maupun kemasannya dan membuat nilainya sedikit turun.

Workshop kemarin dibuka oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Aceh, Ramadhani dan ia mengatakan Aceh sudah beberapa kali ekspose kopi di level nasional dan luar negeri. Dan tahun ini katanya juga Aceh akan tampil di Amerika pada festival kopi.

Melalui kopi selain efek berbasis ekonomi, budaya dan menjadi daya tarik dalam menjual sebuah brand bagi pengusaha dan petani kopi di Aceh.

Ia mengatakan, nelalui workshop ini dapat menjadikan Aceh lebih terkenal di mata nasional dan dunia.

Para barista dengan kemampuannya sebagai  peracik kopi dengan baik juga harus membangun jaringan dan layanan bisnisnya dengan dunia internasional.

Aceh saat ini terus berkembang dan salah satunya pengembangan dunia pariwisata dan tentunya ekonomi dan bisnis lain juga ikut dikembangkan termasuk kopi maka.perlu kreatif dari masyarakat.

‘Sampaikan ke dunia bahwa Aceh dengan kondisi yang aman dan nyaman  sebagai destinasi kopi terbaik di Indonesia’, kata Ramadhani.(imj)