Banjir Simeulue Surut

BANJIR SURUT: Anak usia dini bermain di genangan banjir yang merendam rumahnya, Simeulue, Selasa (20/3). Ahmadi / Rakyat Aceh.

Status Darurat Bencana Belum Dicabut

SIMEULUE (RA) – Banjir yang melanda Simeulue yang merendam Kecamatan Teupah Tengah dan Teupah Barat dinyatakan telah surut sejak pukul 04.00 WIB, Rabu (21/3). BPBD setempat memastikan banjir tidak menyebabkan warga mengungsi.

Kepala BPBD Simeulue, Ali Hasmi menyatakan pihaknya telah menyerahkan bantuan pada korban banjir di Desa Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat. Bantuan sembako diserahkan untuk 104 keluarga korban banjir.

“Banjir sudah surut total tadi malam, sekitar pukul 04.00 WIB dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Ali Hasmi.

Katanya, hujan deras juga telah menyebabkan longsor sepanjang 16 meter di pinggir ruas jalan umum. Namun tidak mengganggu arus lalulintas di kawasan Kecamatan Teupah Barat, serta ambruknya beton dan bronjong pengaman sungai di kawasan Desa Sua-Sua, Kecamatan Teupah Tengah.

Kendati banjir telah surut, namun status darurat bencana sepekan belum dicabut. “Saat ini tim kita masih di lapangan untuk validasi data, pasca banjir serta saat ini sulit ditebak kondisi alam di wilayah Kabupaten Simeulue, dan Alhamdulillah hari ini tidak ada hujan, tapi mendung tebal dan aktivitas secara keseluruhan telah normal kembali,” imbuhnya.

Sebelumnya, banjir selain merendam rumah penduduk di sejumlah desa, juga turut merendam ruas lintasan jalan nasional, di kawasan Desa Abail, Kecamatan Teupah Tengah, sehingga pihak BPBD Simeulue mengerahkan perahu karet untuk evakuasi warga yang hendak menyeberang dan menimbulkan antrian kenderaan lebih dari 500 meter.

Tidak hanya itu, luapan banjir setinggi lebih 3 cm, juga telah merendam Runway Bandara Lasikin sepanjang 1.000 meter, sehingga sekitar 60 penumpang yang hendak terbang tujuan ke pulau Sumatera, batal berangkat dengan pesawat Wings Air. (ahi/mai)