Nyak Sandang Pantas Jadi Pahlawan

BERTEMU PRESIDEN: Nyak Sandang saat bertemu Presiden Jokowi di Istana negara Jakarta, Kamis (22/3). FOR RAKYAT ACEH

JAKARTA (RA) – Presiden Indonesia, Joko Widodo akhirnya memberikan apresiasi terhadap sumbangsih Nyak Sandang atas pengorbananannya di masa lalu. Nyak Sandang telah menyumbangkan hartanya dari menjual sepetak tanah dan emas untuk pembelian pesawat RI-001.

Pria yang akrab di sapa Jokowi itu berencana mengabulkan beberapa keinginan Nyak Sandang seperti operasi katarak, pembangungan masjid hingga menunaikan ibadah haji.
Melihat pengorbanan Nyak Sandang, pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menganggap negara akan sangat sulit membalasnya dengan setimpal.

“Walaupun dibalas dengan duit sesuai dengan uang yang diberikanpun konteksnya sudah beda. Saat itu dia menyumbangnya dalam kondisi darurat perang, nilai itu sudah nggak bisa dibeli, inilah yang disebut apresiasi kalau ditimbang sama persis ya nggak mungkin sama bagaimanapun,” ungkap Ray kepada JawaPos.com, Kamis (22/3).

Menurut Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini, Nyak Sandang layak di apresiasi lebih dari sekadar operasi katarak, ibadah haji dan dibangunkan masjid. Ray mengusulkan, Nyak Sandang diberikan gelar kepahlawanan atau gelar kehormatan lainnya.

“Ya tentu harus dilakukan apresiasi, misalnya apresiasi itu seperti memberi gelar kepahlawanan yah, gelar anumerta atau macam-macam,” lanjut Ray.

Lebih lanjut Ray menegaskan, dalam pemberian gelar tersebut tidak bisa langsung datang dari Presiden. Pasalnya dalam pemberian gelar kepahlawanan harus melalui tahap pengajuan atau usulan dan uji kelayakan oleh tim khusus.

Namun hal itu bisa terwujud jika masyarakat Aceh mau ikut berkontribusi dengan mengajukan Nyak Sandang untuk mendapat gelar tersebut. Pengajuan tersebut tentu akan menjadi rekomendasi bagi Presiden untuk mempertimbangkan wacana pemberian gelar.
“Kalau rakyat Aceh mendorong secara menyeluruh, meminta agar dia dijadikan pahlawan nanti akan dikaji. Kan ada kriterianya, yang disebut pahlawan itu. Nanti dikaji oleh tim. Kemudian tim itu membuat rekomendasi kepada Presiden. Tinggal presiden menetapkan atau tidak,” pungkas Ray.

Seperti diketahui, Nyak Sandang, salah seorang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana.
Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun, menjual sepetak tanah dan 10 gram emas bersama orang tuanya. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara. (sat/JPC/mai)