Sungai Cepu Indah Meluap 90 Rumah Terendam Banjir

Anak-anak bermain banjir di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Senin (26/3). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Sebanyak 90 rumah di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam terendam banjir akibat meluapnya air sungai Cepu Indah. Sebelumnya, kawasan itu dilanda hujan deras sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (26/3).

Camat Simpang Kiri, Abdurrahmansyah Ujung, mengatakan hujan deras diiringi angin kencang mengakibatkan sungai Cepu Indah meluap dan merendam rumah warga yang tinggal di pinggir sungai tersebut. Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, hanya saja beberapa ternak warga turut hanyut terbawa arus.

“Untuk sementara yang kami hitung ada 90 rumah yang terendam banjir akibat luapan sungai Cepu Indah,” kata Camat Abdrurahmansyah saat berada di lokasi banjir.

Menurut Camat, anak sungai tersebut sudah di normalisasi pemerintah beberapa tahun lalu. Namun, karena curah hujan terlalu tinggi mengakibatkan bangunan normalisasi itu tidak sanggup menampung dan meluap ke dataran tinggi dan menggenangi rumah warga. Banjir tersebut juga mengakibatkan beberapa titik tanggul sebagian jebol.

“Banjir kali ini beda dari sebelumnya. Bahkan yang paling banyak rumah terendam banjir ya banjir kali ini,”sebutnya.

Dikatakan, banjir tersebut memang sering terjadi akibat luapan sungai Cepu. Namun, yang paling banyak merendam rumah warga terjadi kali ini. Banyak warga terpaksa mengeluarkan barang berharga mereka karena ketinggian air mencapai 1,5 meter. Banjir tersebut, kata Camat tidak lama bertahan karena airnya terlalu kencang.

“Banjirnya paling lama bertahan 3 jam setelah itu surut. Dan sekarang sudah surut. Tapi karena airnya sangat kencang mengakibatkan ada beberapa rumah warga miring,” sebutnya lagi.

Saat ini, Camat mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan dapur umum akibat barang-barang warga sudah terendam.

Bahtera, warga setempat mengaku beberapa alat dapurnya tidak bisa diselamatkan karena takut terbawa arus. Bahkan, kata Bahtera, ia kehilangan beberapa ternaknya terbawa arus. “Selain hanyut, beberapa alat rumah tangga rusak karena terendam banjir. Ditambah ternak juga hilang terbawa arus,” kata Bahtera.

Kepala BPBD, Kesal Putra saat berada di lokasi banjir mengaku saat ini timnya terus memantau keadaan banjir. Sebab cuaca masih mendung dan potensi hujan akan turun lagi. “Sungai ini, kalau hujan deras akan terjadi banjir. Makanya kami tetap memantau di lokasi,” kata Nesal. (lim/mai)