wartawan Aceh anti hoax, Menghetikan berita hoax

Ilustrasi

BANDA ACEH (RA) – Pimpinan umum Harian Rakyat Aceh, Imran Joni bersama Puluhan wartawan di Banda Aceh dari lintas media massa baik online, cetak, radio dan televisi membubuhkan tanda tangan diatas kain putih di Banda Aceh, Senin (26/3) malam.

 

Selain membubuhkan tanda tangan di atas kain putih juga menyatakan sikap untuk menghetikan berita hoax (bohong) yang selama ini sering beredar.

 

Dalam acara ini turut dihadiri dan saksikan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar bersama sejumlah staf humas Polda Aceh.

 

Imran Joni mengatakan menandatangani gerakan wartawan Aceh anti hoax ini sebagai bentuk penolakan terhadap berita hoax yang beredar dimedia sosial.

“Adapun tiga poin sikap yang diucapkan secara bersama para wartawan Aceh ini dalam menolak berita hoax, yakni menolak segala bentuk berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dalam bingkai NKRI, mengimbau kepada masyarakat pengguna media sosial agar tidak menyebar luaskan berita yang bersifat bohong, dan mendukung Polri khususnya Polda Aceh dalam penegakan hukum terhadap pelaku penyebar berita hoax,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Imran joni ketua bidang Siwo PWI Aceh menyampaikan organisasi wartawan yang hadir  PWI dan sejumlah organisasi lembaga pers lainya.

 

“Banyak akibat karena berita hoax, dari terjadi pemecah belah satu sama lainnya, juga dapat menimbulkan fitnah serta lainya. Jelas berita hoax ini harus tidak ada lagi,” sebutnya.

 

sejauh ini PWI Aceh sendiri telah memberikan pengetahuan secara persuasif kepada wartawan muda supaya terhindar dari pemberitaan yang tidak benar.

 

“Kami sudah memberi pelatihan kepada wartawan muda, serta banyak program lainya yang mengatasi pemberitaan hoax,”ungkapnya.(Ibi)