Politik Pilpres 2019, Masyarakat Bosan Prabowo?

Prabowo / Net

Harianrakyataceh.com – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto batal mendeklarasikan diri sebagai capres pada 11 April 2018 mendatang. Dia masih mencari momentum yang tepat.

Lantas apa yang menyebabkan Prabowo Subianto batal mendeklarasikan diri?

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menduga saat ini Prabowo Subianto sedang galau akan keputusannya menjadi capres. Sebab kemungkinan Prabowo telah berpikir akan kalah dari Jokowi.

“Prabowo sudah berpikir kalau dia maju ada dua poros dan bertarung dengan Jokowi, kalau dengan Jokowi, Pak Prabowo pasti kalah,” ujar Pangi saat dihubungi, Sabtu, (7/4).

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) ini mengaku, waktu Jokowi ingin menjadi presiden saja, yang ia jual hanyalah keberhasilan waktu menjadi Wali Kota Surakarta dan juga Gubernur DKI. Itu terbukti sukses merebut hati masyarakat dengan mengalahkan Prabowo.

“Dengan modal mobil Esemka dan masuk gorong-gorong saja dia terpilih menjadi presiden. Apalagi saat ini dengan capaian infrastrukturnya,” katanya.

Masyarakat, terang Pangi, telah bosan dengan pertarungan di Pilpres 2019 mendatang hanya diikuti oleh Jokowi dan juga Prabowo. Masyarakat kemunginan melihat Prabowo tidak menarik lagi karena telah dua kali ikut pilpres di 2009 dan 2014.

“Kalau nonton film ini, kalau sudah dua kali menjadi tidak menarik lagi,” katanya.

Pangi mengaku yakin saat ini Prabowo bukan lagi penantang Jokowi. Kalau ingin menang, maka Prabowo perlu mencalonkan tokoh lain. Dia hanya menjadi king maker saja di Pilpres 2019.

“Jadi memang momennya Pak Prabowo saat ini sudah lewat,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak akan ada deklarasi pencapresannya 11 April mendatang.

Menurut Prabowo, deklarasi itu kalau sudah ada tiket untuk maju dan juga partai koalisi pendukungnya. Selain itu Prabowo juga masih melihat situasi dan perkembanghan terkini sebelum adanya deklarasi.

(gwn/JPC)