Hina Lambang Negara, TD Diamankan Polisi

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono memperlihatkan barang bukti status ujaran kebencian, Jumat, (13/4). FATAYATUL AHMAD/RAKYAT ACEH

TAPAKTUAN (RA) – TD (30), warga Gampong Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian gara-gara statusnya di media sosial, laman facebook beberapa waktu yang lalu.

Pelaku TD, ditangkap personil Tim Cyber Crime Polres Aceh Selatan di rumahnya, Kamis 12 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST kepada wartawan di Tapaktuan, Jum’at (13/4) mengatakan, pelaku ditangkap karena telah melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap lambang negara.

Selain itu, pelaku juga telah melakukan penghinaan terhadap salah satu paslon yang mengikuti Pilkada. Pelaku pertama kali mengupload ujaran kebencian di facebook miliknya pada Sabtu 7 April 2018 lalu.

“Pengungkapan pelaku ujaran kebencian dan penghinaan terhadap lambang negara ini berdasarkan patroli Tim Cyber Crime Polres Aceh Selatan dan Tim Cyber Crime Polda Aceh di medsos,” ujar Kapolres Dedy Sadsono.

Didampingi KBO Kaur BIN Ops, Ipda M Nur dan Kanit/Pidum, Brika Ridho Muslim SE, Kapolres Dedi Sadsono menyebutkan, penangkapan pelaku berdasarkan barang bukti berupa scereenshot status ujaran kebencian.

Ketentuan hukum tentang kejahatan dunia maya ini sudah diatur dalam UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Atas perbuatan pelaku, ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan denda 740 juta,” ungkap Kapolres.

Ia menyatakan, untuk menindaklanjuti proses hukum, Polres Aceh Selatan terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Aceh Selatan.

“Untuk sementara karena sedang dalam proses penyelidikan, pelaku tidak kita tahan, tetapi wajib lapor,” ucap Kapolres, seraya menghimbau warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial. (mag-79/bai)