Jalan Provinsi Belum Diperbaiki

LONGSOR: Danramil Longkib, Letda Turnif memperhatikan jalan penurunan Sikalondang yang longsor, Subulussalam, Senin, (16/4). FOR RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Jalan lintas provinsi di Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri atau tepatnya jalan penurunan Sikalondang yang mengalami longsor sejak beberapa tahun lalu hingga kini belum diatasi oleh dinas terkait.

Amblasnya jalan yang menyambungkan dua kecamatan, Rundeng dan Longkib, Kota Subulussalam itu bahkan terus menggerus badan jalan hingga saat ini hanya lebar jalan tinggal dua meter dari enam meter badan jalan tempat kendaraan berlalu larang melintasi jalan tersebut.

Tak sedikit pengendara jatuh ke lubang yang menganga lebar itu. Untuk melintasi jalan ini, kendaraan yang berbeda arah harus bergantian melintasi lantaran jalan sisi kiri hanya bisa dilintas satu kendaraan roda empat.

Edi Sahputra warga Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri yang saban hari melintasi jalan itu mengaku harus serba hati-hati saat melintasi jalan tersebut. Sebab, kata Edi selain badan jalan yang tinggal dua meter lagi, lokasinya juga tanjakan dan rawan kecelakaan jika tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan.

“Seingat saya, jalan ini sudah pernah diperbaiki, tahun persisnya saya enggak ingat. Tapi kalau enggak salah tahun 2016 sudah pernah dibangun dengan memasang bronjong oleh pemerintah. Tapi tak lama jalan ini longsor lagi akibat gerusan hujan dari atas bukit,” kata Edi, Senin (16/4).

Warga lainnya, Wahid juga mengatakan hal yang sama. Kalau jalan ini tidak cepat ditangani, maka dikhawatirkan akan putus total sehingga selain dua kecamatan yang terisolir, warga dari Aceh Singkil yang sering lewat dari Kecamatan Longkib ke Subulussalam untuk berbelanja juga tidak bisa lewat. “Coba bayangkan.

Lebar jalan yang sebelumnya enam meter. Sekarang tinggal dua meter lagi. Apalagi sekarang musim hujan lebat, pasti bertambah parah,” ujar Wahid.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kota Subulussalam, Ir Edi Mufrizal, belum dapat dimintai keterangan terkait kondisi jalan tersebut.

Melalui sambungan telepon selulernya, Edi Mufrizal tidak mengangkat teleponnya yang dihubungi Rakyat Aceh. Begitu juga saat dikirimi pesan singkat juga tak dibalas. (lim/bai)