Perkosa Muallaf Depan Anak Polisi Tembak Bandit Lhoksukon

Petugas medis berusaha mengeluarkan proyektil dari kaki tersangka pemerkosa di Rumah Sakit PMI Aceh Utara, Rabu (18/4). Armiadi/ Rakyat Aceh.

LHOKSEUMAWE (RA) – Anggota Unit V Resmob Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, terpaksa melumpuhkan Arnold (30) tersangka pencurian dan kekerasan (Curas) serta pemerkosaan pukul 17.30 WIB, Selasa (17/4).

Operasi itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu. Tersangka selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia juga residivis dalam kasus Senpi ilegal yang di vonis 5 tahun.

“Tersangka MU alias Arnold warga Alue Meudem, Lhoksukon, Aceh Utara. Dia terlibat sejumlah kasus pencurian dan kekerasan di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara,” kata Waka Polres Lhokseumawe, Kompol Imam Asfali, Rabu (18/4).

Ia mengatakan, tersangka sudah lama diburu setelah melakukan beberapa tindak pidana di wilayah hukum Polres Lhokseumawe dan Aceh Utara. Namun, tindak pidana terakhir yang dilakukan tersangka Curas disertai pemerkosaan.

“Tersangka masuk ke dalam rumah korban berinisial NU (22) yang juga muallaf dan menyandera korban bersama anaknya dengan menggunakan sebilah pisau yang ditodongkan ke leher korban,” jelas Waka Polres.

Selanjutnya, tersangka mengikat tangan korban dan memperkosa sebanyak tiga kali di depan anak korban masih berusia 4 tahun.

“Kejadian pemerkosaan itu terjadi di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, sekitar pukul 00.15 WIB, Minggu (15/4),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian korban sedang tidur bersama anaknya di ruang tamu. Namun, korban terbangun melihat lampu kamar hidup. Tersangka masuk ke dalam kamar tidur mematikan lampu.

Tiba-tiba tersangka yang sudah berada di dalam kamar tidur langsung menarik rambut korban. Lalu, pelaku menodong anak perempuan korban memakai pisau dengan ancaman, “kalau berteriak anak kamu saya potong lehernya.”

Kemudian, tersangka menarik pelapor ke tempat tidur dan menggikat kedua tangan, serta menutup mulut korban dengan kain dan memperkosanya.

“Atas kejadian itu, korban bersama anaknya mengalami trauma mental dan psikis,”katanya.
Mendapat laporan korban, polisi langsung menindaklanjuti kasus. Pelaku berhasil dibekuk di sebuah gebuk persembunyian di Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa sore kemarin.

“Saat dilakukan pengepungan di gubuk persembunyiannya, tersangka berusaha kabur ke belakang gubuk sambil memegang sebilah pisau. Untung saja petugas sudah standby di sisi belakang gubuk melakukan pengejaran,”jelasnya.

Namun, tersangka melakukan perlawanan dengan cara mengayunkan pisau ke arah petugas sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan berhasil melumpuhkan tersangka ke arah betis kaki kiri. Tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara di Lhokseumawe untuk mengeluarkan proyektil peluru.

“Atas kasus itu tersangka diancam pasal berlapis,”ujarnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan tersangka mengakui telah melakukan sejumlah kasus kekerasan dan pencurian dan terakhir pemerkosaan muallaf di Cot Trieng, Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Hasil koordinasi dengan Polres Aceh Utara, diperoleh data kejahatan yang telah dilakukan tersangka bersama anak buahnya sebanyak 7 kasus. Kasus menonjol berupa Curas di dalam rumah milik Hakim PN Lhoksukon.

Sedangkan, untuk tindak pidana lain yang dilakukan tersangka di wilayah hukum Polres Lhokseumawe ada 10 laporan polisi. (arm/mai)