Ladang Minyak Rantau Peureulak Meledak, 22 Meninggal, Puluhan Luka

MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh

RANTO PEUREULAK (RA) – Sebuah sumur minyak terbakar di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (25/4). Hingga pukul 18.45 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat 18 orang meninggal dan luka berat 41 orang.

Para korban luka dirawat di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, Zubir Mahmud Idi, Graha Bunda IDI, Adam Malik Medan, Zainoel Abidin Banda Aceh.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat warga sedang menyuling minyak mentah, tiba-tiba sumur mengeluarkan api hingga puluhan meter.

Api dengan cepat menyambar pemukiman warga, hingga tiga rumah rata tanah.
Sebagai langkah awal, Bupati Aceh Timur H. Hasballah telah mengerahkan seluruh SKPK terkait dan belasan unit mobil pemadam kebakaran. Walau api hingga berita ini turunkan belum padam, namun warga dan petugas berhasil mengevakuasi jenazah dan para korban luka bakar.

“Kita fokus pada membantu korban baik yang selamat dan meninggal. Pemkab Aceh Timur dalam hal ini akan terus berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memadamkan api di lokasi. Kita juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena kobaran api sampai saat ini belum bisa dipadamkan,” kata Hasballah.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Timur telah mengimbau agar warga tidak melakukan aktivitas penyulingan ilegal dalam kawasan seputaran Rantau Peureulak.

“Kita khawatirkan jika tidak sesuai SOP kerja akan timbul hal yang fatal,” katanya.
Setelah peristiwa yang menelan belasan korban jiwa ini, pemerintah Aceh Timur akan melakukan langkah strategis menertibkan sumur minyak.

“Maka ke depan ini akan kita cari cara dengan berbagai pihak agar pengeboran minyak traditional yang ilegal tidak dilakukan lagi,” tegasnya.

Fokus pada Pengamanan Dan Evakuasi

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengaku pihaknya sedang fokus pada pengamanan lokasi dan membantu evakuasi warga yang berada diradius 100 hingga 500 meter dari lokasi.

“Untuk langkah selanjutnya kita sedang lakukan pengembangan penyebab dari terbakarnya sumur minyak ini,” ungkap Kapolres.

16 Sumur Sesuai SOP

Sementara itu, manager Lapangan PT Aceh Timur kawai Energi, Robet mengatakan sumur yang meledak tersebut merupakan sumur yang dilakukan pengeboran secara ilegal.

Di Kawasan Rantau Peurelak, katanya, ada 16 sumur yang memenuhi standar operasional kerja bidang minyak dan gas, sementara ratusan lainnya belum memenuhi standar kerja.

“Sumur – sumur yang ilegal itu di luar dari kendali kita. Secara teknis kita pernah menyarankan agar pemilik sumur minyak untuk tidak melakukan pengeboran secara traditional. Karena perusahan kita ini akan mencoba memberi pemahaman untuk bekerja sesuai sop,” kata Robet.

Secara teknis lanjut Robet, semburan api yang keluar dari sumur tersebut memiliki unsur gas, minyak dan air sehingga tekanan api yang melambung tinggi mencapai 50 hingga 100 meter itu sulit dipadamkan.

“Kita bersama pertamina sedang mencari cara untuk melakukan pemadaman. Untuk waktunya kita tidak bisa menentukan kapan gas itu bisa ditutup karena untuk saat ini kita masih khawatir jika itu ditutup akan keluar gas yang sama di lokasi yang potensi gasnya ada,” kata Robet.

Bukan Sumur Pertamina

Humas Pertamina Rantau, Aceh Tamiang Fandi membantah bahwa sumur minyak yang alami insiden milik pertamina. Ia memastikan semuanya milik warga yang berada di sana.
“Tidak ada sumur minyak milik pertamina di sini. Itu hanya isu saja biasa yang ditimbulkan,” kata Fandi.

Ia mengaku keberadaan pertamina dalam tahap ini hanya membantu pemerintah kabupaten Aceh Timur untuk mencari cara memadamkan api di lokasi kejadian.

“Kapasitas kita karena pemerintah Aceh Timur meminta bantuan untuk memadamkan api. Secara teknis pertama telah mengerahkan tim teknisi untuk mencari cara memadamkan api,” kata Fandi. (mag-75/mai)