Kouakou dan Koffi Segera Dideportasi

RESMI DITAHAN: Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, resmi menahan dua Warga Negara Asing (WNA) berasal dari Negara Pantai Gading di Kepulauan Simeulue, Rabu (2/5). AHMADI/RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, resmi menahan dua Warga Negara Asing (WNA) berasal dari Pantai Gading.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Imam Santoso, menyebutkan mereka kedapatan bermain sepak bola dalam turnamen antar kampung di Kampung Air, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue.

“Keduanya sedang dikarantina proses berita acara pemeriksaan (BAP), sebelum keduanya dideportasi ke negara asal,” jelasnya Rabu (2/5).

Kedua WNA diamankan menuju kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, pada Minggu (30/4). Proses penindakan terhadap WNA ini dilakukan secara persuasif, karena pihak Imigrasi tak ingin terbentur dengan warga Simeulue.

“Kami dari tanggal 18 April 2018 telah tiba di Simulue, tapi tidak mungkin langsung bawa, karena sedang main bola, khawatir kecewa warga. 30 April baru kami amankan keduanya,” sebutnya.

Hasil pendataan, diketaui jika WNA asal Pantai Gading, tersebut, masuk ke Indonesia sejak September 2017 lalu, namun meskipun visa bebas kunjungan (VBK) mereka habis, keduanya memilih tetap menetap di Indonesia tanpa melapor.

“Makanya mereka melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” jelas Imam.

Keduanya beridentitas Kouakou Roni Ronald (25) dan Koffi Firmin (24). Keberadaan kedua WNA di wilayah kepuluan Simeulue berkat laporkan pihak kepolisian serta Kesbangpolinmas, yang merupakan bagian dari tim Pengawasan Orang Asing (Pora).
Usai BAP kelar, Imam pastikan akan segera mendeportasi kedua WNA ke negeri asalnya.

Namun ia masih melihat, apakah keduanya perlu dimasukan dalam list pencekalan masuk ke Indonesia.

“Sekarang kami masih mencari siapa sponsor yang membawa mereka ke Indonesia,” terangnya.

Kedua WNA mengaku selama berada di Aceh, mereka hanya bermain sepak bola untuk klub yang order. Bayaran yang mereka terima dalam sekali permainan Rp500 ribu. (den/mai)