Warga Selamatkan Anak Gajah Terluka

EVAKUASI: Anak gajah terluka kaki berhasil dievakuasi warga di Gampong Pucok, Kec. Geumpang, Sigli, Rabu (2/5). ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH

SIGLI (RA) – Warga Dusun Setui, Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, dikejukan dengan kehadiran seekor anak gajah ke pemukiman warga.

Anak gajah liar yang diperkirakan berumur dua bulan tersebut, ternyata terluka parah di bagian kaki dan ditinggalkan oleh induknya.

Warga mengamankan gajah sambil menunggu pihak Balai Konservasi Sumber Daya Aceh (BKSDA), Rabu (2/5). Amatan Rakyat Aceh, di lokasi diamankannya anak gajah gajah tersebut masih menjadi tontonan hingga pukul 18.00 WWIB. Warga juga mencari sumbangan untuk membeli makan anak gajah.

Diduga kaki gajah tersebut terkena jerat atau perangkap binatang, namun tidak satupun warga yang mengetahui mengapa kaki gajah terluka parah.

Bustaman (27), warga setempat mengatakan telah melihat anak gajah itu sejak tiga hari lalu di kawasan persawahan warga, namun dirinya tidak berani mendekat karena takut ada induknya.

Setelah memastikan bahwa bayi tersebut tidak memiliki induknya lagi, ia mengajak warga lainnya untuk membawa gajah ke pemukiman.

“Saya sudah lihat sejak tiga hari lalu, tapi tak berani dekat, saya takut ada induknya. Saya pastikan dulu, soalnya saya kasihan melihatnya, kaki terluka parah, sesekali terdengar suara seperti kesakitan. Saya ajak warga lain, untuk mengevakuasinya,” jelasnya.

Warga lainnya, Nurdin (37), gajah ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, posisi gajah saat itu berada di pinggiran sawah.

Katanya, kaki gajah nyaris putus dan sudah bernanah. Gajah itu tidur bersama kerbau warga, kemudian pihaknya mengikat gajah dan membawa desa.

“Kami temukan dia (anak gajah) sedang tidur dengan kerbau, kakinya sudah luka parah, dia sudah lemas. Kami ikat, kami bawa pulang, kemudian kami hubungi BKSDA dan polisi serta Camat Geumpang,” ungkap Nurdin.

Camat Geumpang, Bismi memastikan kaki gajah telah diobati warga.
“Iya, kaki gajah terluka, warga kasihan, jadi dibawa pulang ke desa, sudah kami hubungi BKSDA,” katanya. (zia/mai)