Usai Nikah, Bandar Sabu Nginap di Polres

DIBEKUK: Polisi mengamankan dua orang tersangka jaringan narkoba internasional, berinisial BS dan IQ, beserta barang bukti sabu seberat satu kilogram di Gampong Guci, Indra Jaya, Pidie, Kamis (3/5). FOR RAKYAT ACEH

SIGLI (RA) – Polres Pidie menangkap pria berinisial BS (31) dan IQ (28) bandar narkotika jaringan internasional. Penangkapan dilakukan di Gampong Guci, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (3/5).

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika seberat satu kilogram. Selain itu, sejumlah handphone milik kedua tersangka yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Narkotika jenis sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia dan dipasok melalui Medan, Sumatera Utara, diketahui akan diedarkan di Kabupaten Pidie.

Tersangka BS, baru saja melakukan akad nikah di Desanya sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum ditangkap.

Saat itu, barang bukti sabu juga dibawa saat proses akad berlangsung yang dititip di dalam tas miliknya tersangka IQ, saat itu sebagai juru foto akad nikah.

Menurut Kasat Res Narkoba Polres Pidie, AKP Raja Harahap hasil penyelidikan, BS, diduga berat sebagai pengedar yang telah lama beraksi dan merupakan jaringan internasional di Malaysia. Sementara IQ, baru pertama kali melakukan transaksi tersebut.

“Dikarenakan membutuhkan uang banyak untuk mengobati ibunya yang lagi sakit. Kedua tersangka sekarang sudah diamankan di Mapolres Pidie, untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya, Jumat (4/5).

Sementara jaringan mereka yang berada di Medan, dilaporkan telah melarikan diri ke Malaysia. Dalam kasus tersebut, tersangka IQ, dijanjikan Rp10 juta, untuk menyimpan barang haram itu bersamanya, sehingga ia juga terlibat dalam perkara ini.

“BS jaringan international, dia sudah lama bekerja seperti ini. sementara IQ, baru pertama kali kerja, itu juga karena kepepet uang pengobatan orang tuannya. Tapi dia juga tersangka, karena saat transaksi, dia tahu barang itu dan tahu bayaran yang didapatkannya, kami lagi selidiki kasus ini. Bosnya lagi sudah lari ke Malaysia,” jelasnya.

Raja mengungkapkan pihaknya melakukan penyamaran sebagai pembeli, setelah berkomunikasi melalui telepon gemgam dan pihak tersangka menyetujui pembelian barang haram tersebut, harganya senilai Rp500 juta.

Kemudian, tersangka BS, menyuruh pembeli (polisi menyamar) untuk mengambil barang tersebut di rumah tersangka IQ, setelah melihat barang tersebut, polisi langsung menangkap keduanya di rumah tanpa perlawanan.

“Kami temukan juga barang buktinya di dalam kemasan teh merek cina. Sekarang kedua telah kami amankan di Mapolres Pidie, untuk dimintai keterangan dan berkasnya segera kami limpahkan ke Kejari Pidie,” terang Raja. (zia/mai)