Penderita Gangguan Jiwa Mengamuk Dua Meninggal, Dua Luka-luka

Paras (3),korban pembacokan Akan diKebumikan di Kluet Tengah, Aceh Selatan, Ahad (6/5). FOR RAKYAT ACEH

TAPAKTUAN (RA) – Maratin mengamuk tanpa sebab yang jelas. Aksi pria yang dikabarkan alami gangguan kejiwaan itu, menyebabkan tiga warga terluka.

Nyawa Paras (3), bocah yang menjadi korban pertamanya tak terselamatkan. Ia meninggal saat penanganan medis di Puskesmas Kluet Tengah, Aceh Selatan.

Korban lainnya, Gadung (50) mengalami luka bacok di bagian bahu. Berikutnya, Saiful (30) luka di punggung. Sementara, Maratin akhirnya juga meninggal di Rumah Sakit Tapaktuan.

Insiden berdarah di Mersak, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan itu bermula dari aksi Maratin menyiram pintu dan sepeda motor Sekdes dengan bensin, lalu membakarnya sekitar pukul 20.15 WIB, Sabtu (5/5).

Warga yang melihat Maratin sempat mencegah. Namun api terlanjur menyala. Sebagian berhamburan menyelamatkan rumah Sekdes, lainnya, mengejar pelaku yang mulai panik dan melarikan diri.

Di tengah kericuhan, Paras (3) asyik bermain di depan rumah. Ia menjadi korban sabetan parang, hingga bersimbah darah.

Usaha Maratin menyelamatkan diri berakhir pukul 20.45 WIB. Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, pelaku berhasil ditangkap warga dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Ia sempat diamuk warga yang geram atas tindakannya. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek Kluet Tengah untuk diamankan.

“Warga tidak bisa mendekat ke korban sehingga ada yang melempar batu karena korban memegang parang. Akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah orangtuanya,” jelas AKBP Dedy, Minggu (6/5).

Lanjutnya, saat pihak Polsek menjemput pelaku sudah tidak sadarkan diri. Kemudian, dalam keadaan setengah sadar dibawa ke Polsek Kluet Tengah.

“Saya perintahkan untuk dibawa segera ke Tapaktuan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga medis di Rumah Sakit Yulidin Away. Namun nyawa pelaku tidak terselamatkan,” jelasnya.

Ia mengaku akan memediasi keluarga korban dan pelaku agar berdamai. Karena pelaku yang masih merupakan tetangga korban, juga sudah meninggal.

“Kita akan melakukan upaya mediasi antar keluarga korban dan pelaku supaya menempuh jalur damai,” sebutnya.

Menurutnya, warga setempat mengaku pelaku sudah lama menderita gangguan jiwa.
Ia berdomisili di Gampong Lawe Melang, kemudian pindah Mersak, ke rumah orang tuanya sejak bulan Agustus 2017 karena mengalami gangguan jiwa.

Sementara, menurut Reza Security Rumah Sakit dr. Yuliddin Away Tapaktuan yang ikut melihat kondisi pelaku dan turut mengantar jenazah, Maritin meninggal akibat kondisi fisik terus melemah dan juga sempat mengeluarkan darah dari telinga.

“Kemungkinan pelaku juga kena hantaman benda tumpul seperti batu atau balok. Makanya bisa keluar darah dari telinga,” tutur Reza.

Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu M. Irsal menyebutkan Maritin meninggal dunia pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Tapaktuan.

“Untuk penyebab meninggal belum bisa dipastikan karena kita menunggu visum dari rumah sakit,” sebutnya. (mag-79/mai)