Persika 2-2 Persiraja Mantap di Papan Atas

Nazaruddin Dek Gam

BANDA ACEH (RA) – Persiraja Banda Aceh berhasil mencuri poin saat bertandang ke kandang Persika Karawang. Satu poin ini diperoleh setelah kedua tim bermain seri dengan skor 2-2. Hasi ini menjadi penutup yang berkah bagi Persiraja sebelum jeda bulan suci ramadhan dimulai.

Pertandingan yang digelar di stadion Singaperbangsa, Kerawang, Selasa (15/5), berlangsung dalam intensitas tinggi. Kedua tim sama-sama tampil dalam motivasi tinggi. Tuan rumah Persika bertekad mengamankan poin penuh, sedangkan tim tamu Persiraja pun ingin mencuri poin.

Di awal laga, Persika mencoba mengontrol permainan. M Iqbal mantan pemain timnas U-19 beberapa kali sentuhannya mampu menjadi dirigen permainan untuk tuan rumah. Hanya saja, koordinasi lini tengah Persiraja yang sigap bisa memutus serangan tuan rumah.

Kendati Persika mencoba mendikte jalannya pertandingan, anak-anak dari tanah Serambi Mekkah tetap saja bisa berbuat banyak. Pada pertengahan babak pertama, sebuah serangan yang digencarkan Persiraja memaksa pemain Persika melakukan pelanggaran di depan area terlarang (kotak pinalti), wasit memberikan tendangan bebas. Kesempatan itu tidak disia-siakan tim tamu.

Hapidin dan Viktor Pae berdiri di depan bola. Nama terakhir menjadi algojo dan melesatkan tendangan keras ke sudut bawah kiri gawang Persika. Tendangan keras Pae berhasil dihalau kiper Persika yang dikawal Ghoni.

Sayangnya, kerasnya tendangan Pae tidak bisa ditangkap lengket. Walhasil terjadi kemelut, Vivi Asrizal yang berada di dalam kotak pinalti langsung menyambar bola rebound tersebut. Maka keunggulan untuk tim tamu 0-1 pada menit ke 28.

Gol tersebut mengejutkan kubu tuan rumah. Para pemain Persika yang tersentak tak ingin kehilangan muka di depan publiknya sendiri. Hanya butuh waktu 3 menit bagi -Laskar Jawara- untuk menyamakan kedudukan.

Tepat di menit ke 31, Sandi Pratama berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil memperdaya penjaga gawang Persiraja, Rahmanuddin.

Keberhasilan menyamakan kedudukan ternyata berhasil mendongkrak kepercayaan diri para pemain Persika. Sebaliknya, Persiraja seolah tak percaya bahwa keunggulannya tak bertahan lama. Menyadari tim tamu dalam tekanan, tuan rumah tak mengendorkan serangan.

Alhasil, Persika berhasil membalikkan keadaan lewat gelandang mereka Tamsil Sijaya di menit ke 37.

Menyadari psikologis timnya mulai goyah, pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas tampak nampak mafhum. Ia berdiri di pinggir lapangan berteriak guna memompa semangat anak asuhnya, sembari mengintruksikan beberapa alternatif strategi.

Para pemain Persiraja yang sedari awal kedatangannya ke Kerawang dalam misi mencuri poin, bukan sekadar numpang tampil, mulai bangkit. Pergerakan Viktor Pae, Faumi Syahreza dan Defry Rizki mampu merepotkan barisan pertahanan Persika yang dikomandoi sang kapten Agus Supriyanto.

Menjelang peluit babak pertama ditiupkan wasit, di menit ke 45+1 Persiraja mendapatkan tendangan pojok. Hapidin yang dijuluki -The Sniper- maju menjadi eksekutor, tendangan pemain berpostur kurus ini langsung diarahkan ke gawang, ajaibnya lagi-lagi membuahkan gol untuk Persiraja.

Gol ini terasa istimewa, selain menjadi penyama kedudukan, bagi Hapidin seolah dejavu sebab pada pertandingan melawan PSIR Rembang ia juga mencetak gol langsung dari sudut corner.

Di babak kedua, pelatih Persika, Ricky Nelson tampak merubah beberapa pola dan strategi permainan sekaligus melakukan pergantian pemain. Persika berambisi menambah gol untuk mengamankan poin penuh di kandang.

Hanya saja, Persiraja yang di babak kedua menerapkan strategi lebih bertahan membuat serangan tuan rumah kerap patah. Solidnya duet Luis dan Budi di jantung pertahanan Laskar Rencong cukup mampu meredam gempuran tuan rumah.

Hingga peluit akhir ditiupkan wasit, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan demikian, kedua tim harus rela berbagi poin.

Keberhasilan Laskar Rencong mencuri poin di kandang Persika Kerawang, diapresiasi oleh Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam. “Kita patut bersyukur dengan hasil hari ini. Alhamdulillah, kita bisa menahan imbang tuan rumah yang merupakan salah satu tim yang termasuk unggulan di zona barat,” ungkapnya.

Selain itu, ia berpandangan bahwa hasil seri yang diperoleh timnya tidak lepas dari kerja keras pemain, pelatih dan doa masyarakat Aceh. “Selamat menyambut ramadhan, semoga kita dapat terus bertahan di papan atas,” pungkasnya. Hasil poin satu ini juga membuat Persiraja semakin mantap di posisi ketiga klasemen sementara zona barat.

Aksi Tak Terpuji

Laga antara Persiraja vs Persika diwarnai oleh aksi tak terpuji, sempat terjadi desakan dan dorongan terhadap wasit. Selain itu, bus Persiraja juga diserang oleh oknum suporter tuan rumah.

Persiraja menyayangkan tindakan oknum suporter Persika yang menyerang bus pemain Persiraja ketika mau kembali ke hotel.

“Ya benar, ada sekelompok kecil suporter yang menyerang, sampai sebelah kaca bus hampir pecah karena lemparan batu,” jelas sekum Persiraja Rahmat Djailani pada awak media.

“Kita menyayangkan tindakan ini, karena sepanjang pertandingan hampir tidak ada insiden yang memancing keributan, kalaupun ada itu adalah protes pemain Persika terhadap wasit,” ujar rahmat lagi.

“Kita memberikan apresiasi yang besar kepada pihak keamanan dan panpel atas kesigapannya menjaga keamanan dan mengendalikan situasi, dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak,” tutup Rahmat. (mag-81/rif)