Tebing Sungai Ambruk Segera Ditangani

RUSAK PARAH: Kerusakan infrastruktur di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ditaksir mencapai Rp 10 miliar akibat banjir pada awal puasa Ramadhan, For Rakyat Aceh.

BIREUEN (RA) – Camat Peusangan Siblah Krueng Armadi berharap adanya penanganan bertambah parahnya longsor badan jalan telah putus dan tanggul bantaran sungai di belakang masjid Al Furqan Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng

“Kami harapkan supaya kerusakan jalan di dua lokasi dan juga tanggul bantaran sungai dibelakang masjid dapat segera ditangani, supaya kerusakannya tidak meluas dan bertambah parah karena cuaca sering hujan dan kondisi tanahnya sangat labil,” ujar Camat Armadi, saat turun kelokasi melihat kondisi terkini jalan telah putus 100 meter di Dusun Cot Jeumpa, Selasa (22/5).

Sekretaris BPBD Bireuen Saiful Bahri dikonfirmasi Rakyat Aceh, diruang kerjanya mengatakan, tim BPBD saat kejadian sudah turun kelokasi dan telah menerima permohonan dari Camat dan Keuchik, diterima Senin (21/5) kemarin dan harus disampaikan kepada pimpinannya yakni Sekda Ir Zulkifli, Sp.

Begitupun berdasarkam hasil amatan dan penilaian lapangan tingkat kerusakan yang terjadi di Pante Karya untuk penanganan tidak dapat dilakukan oleh BPBD karena sudah skala besar anggaran dibutuhkan lebih 500 juta dan harus ditangani secara permanen oleh dinas teknis.

“Untuk penanganan secara darurat tidak efektif, juga harus ada pelusuran aliran sungai. Kita sudah terima proposal dari keuchik tanggal 21 Mei dan saya harus koordinasi dengan Sekda petunjuk penanganan hanya saja kondisi lapangan tidak mungkin ditangani sementara,” jelas Saiful Bahri.

Sesuai proposal diterima pihaknya dari Keuchik Hasdairin, sehubungan dengan telah terjadinya hujan deras Rabu (16/5) jam 19.00 wib mengakibatkan longsor jalan gampong tiga titik yaitu Dusun Seuke Pulot, Duson Cot Jeumpa dan Duson Sarah Mulia di Gampong Pante Karya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen, kerusakan 300 meter.

Apabila terjadi longsor tambahan maka jembatan rangka baja akan jatuh dan juga beberapa rumah warga, saat ini dari rumah warga sekitar 3 meter dengan longsor. Kami mohon kepada Bupati Bireuen melalui dinas terkait untuk dapat menanganinya secara cepat, jelasnya.

Saiful Bahri juga menambahkan selain di Pante Karya, kerusakan ekses banjir meluap air sungai juga terjadi di Desa Pulo Harapan Kecamatan Peusangan Selatan, Kamis (10/5) mengakibatkan sebagian sisi lapangan bola kaki rusak total atau ambruk ke sungai, bangunan Poskesdes dan TK juga terancam.

Untuk mencegah dampak kerusakan lebih parah, dalam proposalnya Keuchik Pulo Harapan Fauzan Abdul Hadi juga berharap agar adanya penanganan dari instansi terkait, terang Saiful Bahri ditanyai Rakyat Aceh terkait dampak kerusakan di kedua desa dimaksud. (rah/min)