Darul Munawarah; Rumah Para Pendakwah

Tgk H Usman Ali, atau yang biasa disapa Abu Kuta Kreung, Pimpinan Dayah Darul Munawarah, Kuta Krueng. IHSAN/RAKYAT ACEH

Pada tahun 1964, usai mengenyam pendidikan di dayah Bustunul Muhaqqidin Ma Hadl Dinyah Islam Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Tgk H Usman Ali atau sering dipanggil Abu Kuta Krueng, mendirikan sebuah dayah yang diberi nama Darul Munawarah. Darul Munawarah memiliki makna negeri bersinar.

Ikhsan – Pidie Jaya

Pemberian nama Darul Munawarh ini sebagai harapan, seriap santri yang menununtut ilmu agama di dayah itu bakal mendapatakan sinar atau cahaya ilmu untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.

Begitupun dengan bekal ilmu agama yang dienyam selama menuntut di dayah Darul Munawarah dapat juga menyinari masyarakat di seluruh pelosok Aceh dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dayah Darul Munawarah berada di Desa Kuta Krueng, Kemukiman Jangka Buya Timur, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Dayah yang berdiri di tanah seluas lima hektar itu dilengkapi dengan pondok santri putra dan putri.

Abu Kuta Krueng (78), ulama karismatik Aceh telah meluluskan ribuan alumni.
Sepuluh tahun setelah dayah ini berdiri, pada tahun 1974, Dayah Darul Munawarah dilanda banjir besar. Akibatnya, pesantren itu pindah lokasi ke selatan Kuta Krueng. Di sini Abu Kuta Krueng mulai membangun asrama baru.

Usai banjir, para santriwati bahkan sempat belajar di rumah pimpinan dayah. Tahun 1979, asrama untuk putri dapat dibangun kembali.

Dari sejak berdiri, Pondok Pesantren Dayah Darul Munawarah ini terus melakukan pembenahan diri dari berbagai program pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman.

Program ini untuk dapat menjawab kebutuhan lulusan yang mampu berwirausaha yang mandiri di tengah-tengah masyarakat usai menimba ilmu di dayah ini.

Pondok Pesantren Darul Munawarah untuk menjawab tantangan ini, juga mendorong penerapan penyelenggaraan pendidikan keterampilan bagi santri sesuai dengan kebutuhan ketenaga-kerjaan.

Pembenahan ini tentu dengan tidak mengurangi prinsip dasar, memperdalamkan qaidah-qaidah islamiyah (Tafaqquh Fiddin) dalam suatu lingkungan yang kompak terpusat di Pondok Pesantren Darul Munawwarah.

Pondok Pesantren Dayah Darul Munawarah ini, kini menjadi salah satu dayah yang telah dikenal luas di seluruh pelosok negeri bahkan manca negara. Belum lama ini, Dayah Darul Munawarah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Ma’ had Aly seluruh Indonesia.

Bahkan Pondok pesantren ini juga telah melakukan program pertukaran pelajar negara-negara tetangga. Pembenahan program dengan terobosan-terobasan pendidikan Islam yang lebih maju ini digagas putra Abu Kuta Krueng sendiri yakni Tgk H Anwar, H Usman Ali, semenjak dipercayakan sebagai Rais ‘Am Darul Munawarah. (eno)