Empat Penambang Emas Ditangkap

DIAMANKAN: Anggota Polisi Sat Rekrim Gayo Lues mengamankan empat pekerja tambang di Apitdi TKP desa Blangtemung kec. Dabun Gelang, Gayo Lues, Kamis (24/5). FOR RAKYAT ACEH

BLANGKEJEREN (RA) – Polisi menangkap empat pekerja tambang emas ilegal di Desa Blang Temung (Badak Uken), Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues. Saat dirazia polisi, para pekerja tidak mampu menunjukan surat izin pertambangan.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Eko Rendi menjelaskan pekerja yang ditangkap diantaranya TY (41) warga Blang Temung, sebagai ahli pertambangan dan MS (48) warga Blangtemung, koordinator lapangan.

Berikutnya AZ ( 21) warga Desa Garun, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, provinsi Banten dan SY (39) warga Blang Temung, sebagai Pengawas.

Ia menjelaskan penambangan emas ilegal tersebut sudah berlangsung sejak Maret.
“Mulai dari perakitan dan dua minggu ke belakang baru melakukan kegiatan pertambangan emas. Tetapi mereka mengaku belum menghasilkan emas,” kata Iptu Eko Rendi, Kamis (24/5).
Pihaknya mendapatkan informasi awal dari masyarakat, sebelum Satuan Reskrim menurunkan tim tipiter untuk melakukan penyelidikan.

Tim lidik yang dipimpin KBO Ipda Mardiansyah menemukan tiga orang sedang melakukan kegiatan pertambangan, Rabu (23/5).

Setelah dimintai keterangan ketiganya diboyong ke Mapolres. Namun dari hasil pengembangan, ditangkap lagi seorang pengawas hingga jumlah tersangka menjadi empat.

Sementara KBO Satuan Reskrim Iptu Mardian yang langsung terlibat dalam penyelididkan tersebut mengatakan tambang ilegal sudah ada sejak Maret. Di bulan tersebut mereka merakit mesin penggiling batu, setelah selesai merakit, baru dua minggu ini mereka melakukan pertambangan emas.

“Saat dikonfirmasi di TKP mereka mengatakan belum menghasilkan emas. (yud/eno)