Pemblokiran Jalan di Buka

Pemblokiran Jalan

MEULABOH (RA) – Masyarakat Desa Meunasah Rambut dan Desa Putim Kecamatan Kaway XVI, membuka pembokliran total lintas jalan Meulaboh-Tutut, usai kontraktor pelaksana berjanji akan rutin melakukan penyiraman.

Sebelumnya, Sabtu (2/6) dini hari, masyarakat Gampong Putim dan Gampong Meunasah Rambot memblokir akses jalan Meulaboh-Tutut karena terlalu kesal dengan pencemaran debu yang sangat meresahkan kenyamanan penduduk setempat.

Tak ingin larut dalam kondisi ini, warga terpancing emosi sampai memblokir jalan lintas Tengah Aceh ini. Pada lokasi pemblokiran, dijaga penduduk setempat agar tidak ada orang yang datang untuk membuka palang yang telah diletakkan warga membentangi jalan. Pemblokiran menggunakan pepohonan, batang kayu yang bertujuan tidak ada yang dapat melintas.

Salah seorang warga, Nazar (40) saat ditemui dilokasi mengatakan, penutupan akses jalan tersebut kesepakatan dilakukan warga usai menggelar musyawarah. Warga mengaku protes tak tahan hidup dalam pencemaran debu demikian, sampai ramai-ramai sepakat memblokir total badan jalan.

Dirinya menjelasnya, dampak yang paling dirasakan oleh warga saat ini bukan hanya debu yang masuk dan mengendap kedalam rumah, warga juga kehilangan mata pencarian, karena beberapa warung terpaksa tutup lantaran tak ada pelanggan yang mampir.

“Sudah tiga bulan kami rasakan hal seperti dan tidak ada perubahan sama sekali, kali ini kami memblokir total jalan biar tak bisa dilalui, sampai ada pihak yang berwenang benar-benar melakukan pembangunan dan penyiraman jalan setiap hari,” ujarnya.

Usai pihak kontraktor pelaksana sepakat mempercepat pembangunan jalan dan melakukan penyiraman rutin, warga mempersilakan pemboliran jalan untuk dibuka. Namun jika pihak perusahaan tidak menepati janjinya, mak jalan akan kembali di blokir.

Selama ini warga sangat kecewa karena terkesan kontraktor pekerjaan mempermainkan mereka karena pembangunan jalan tak kunjung usai dibangun. “Kami meminta pihak pemerintah dapat mendesak rekanan untuk mempercepat proses pembangunan,” desak warga.

Berdasarkan informasi, perawatan jalan tersebut rampung dibangun pada Tahun 2017 lalu, namun selama masa pemeliharaan, aspal melapisi badan jalan terkelupas. Pembangunan jalan ini juga telah dilaporkan ke aparat hukum untuk segera diusut. (den/bai)