Lawan Rusia, NATO Siapkan Strategi 30-30-30-30

NATO siapkan strategi melawan Rusia (Reuters)

Harianrakyataceh.com – Amerika Serikat (AS) menekan sekutunya di Eropa untuk mendapatkan lebih banyak tentara North Atlantic Treaty Organization (NATO), kapal, dan pesawat siap tempur. Menurut beberapa pejabat, ini dilakukan sebagai langkah untuk menopang serangan NATO terhadap Rusia.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis akan membuat kesepakatan saat para menteri pertahanan bertemu di Brussels pada Kamis, (7/6). Ia juga meminta dukungan oleh para pemimpin NATO pada pertemuan puncak yang rencananya akan dilaksanakan pada Juli.

Dikenal sebagai 30-30-30-30, rencananya NATO akan memiliki 30 batalion darat, 30 skuadron tempur udara, dan 30 kapal yang siap dikerahkan dalam 30 hari sejak disiagakan. Namun, ini bukan membahas keseluruhan jumlah pasukan khusus atau tenggat waktu strategi, sebab ukuran setiap batalyon bervariasi di NATO, dari 600 hingga 1.000 tentara.

Lawan Rusia, NATO Siapkan Strategi 30-30-30-30
Rusia menilai NATO jadi ancaman di Eropa Timur (Radio Free Europe)
Dilansir dari Reuters, ini merupakan tantangan bagi Eropa, sebab secara tidak langsung Presiden AS Donald Trump menyuruh mereka untuk mengeluarkan dana militer yang lebih banyak setelah perang dingin.

“Kami memiliki musuh (Rusia) yang dapat bergerak cepat ke Baltik dan Polandia dalam serangan darat,” kata seorang diplomat senior NATO yang diberi pengarahan tentang rencana AS.

“Kami tidak memiliki alat-alat yang mewah untuk berbulan-bulan untuk memobilisasi,” tambahnya.

Seorang pejabat AS mengatakan, prakarsa itu terutama ditujukan untuk melawan Rusia. Ini juga sesuai dengan Strategi Pertahanan Nasional Pentagon 2018, yang menuduh Moskow berupaya menghancurkan NATO.

Perang Rusia tahun lalu menurut para pejabat di barat melibatkan 100.000 tentara, juga memicu kekhawatiran tentang konflik yang disengaja. Selain itu, dapat dipicu oleh latihan semacam itu, atau serangan apapun ke wilayah Rusia di Baltik.

Kremlin dengan tegas menolak upaya NATO tersebut dan mengatakan, NATO adalah ancaman keamanan di Eropa timur. “Ide ini, saya harap tidak akan terjadi, ini hanya akan meningkatkan ketegangan di bagian Eropa yang semakin sensitif,” kata utusan Rusia untuk Uni Eropa, Vladimir Chizhov.

(iml/JPC)