Polda Aceh Intai Jalan Rawan Kejahatan

PASANG PITA: Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM, memasanag pita pada petugas saat apel pergelaran pasukan operasi ketupat rencong 2018 di halaman Mapolda Aceh, Rabu (6/6) Foto Baihaqi

BANDA ACEH (RA) – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, memasuki mudik lebaran Idul Fitri tahun ini menempatkan personilnya di daerah rawan kecelakaan, terutama ruas jalan yang sering terjadi pelemparan terhadap bus.

“Kita sudah menempatkan personil di daerah rawan pelemparan, baik itu yang berpakaian sipil maupun patroli gabungan,” kata Waka Polda Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM, usai pergelaran pasukan operasi ketupat rencong 2018 di halaman Mapolda Aceh, Rabu (6/6).

Ia juga berharap bagi para pemudik untuk tidak egois dan buru-buru dalam perjalanan pulang kampung. “Jangan terlalu eforia. Ini perjalanan jauh, utama keselamatan,” katanya.

Sementara itu, Kasdam IM Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin, mengatakan siap membantu Polri dalam pengamanan dan pelayanan menyambut lebaran tahun ini.

“Kita telah menyiapkan 2/3 prajurit TNI untuk memberi pelayanan dan pengamanan mudik lebaran Idul Fitri tahun 2018 jika sewaktu dibutuhkan,” katanya.

Disisi lain, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Hendro Wahyudin SIK, mengatakan operasi ketupat rencong tahun ini melibatkan 2.287 petugas untuk 21 Polres ditambah Mapolda Aceh (Polri 802 personil, TNI 269 prajurit, sisanya dari berbagai instansi seperti PMI, Basarnas, Dinkes, Perhubungan dan lain-lain).

Selain itu, pada operasi ketupat rencong ini juga dibentuk pos pengamanan 46 unit, pos pelayanan 28 unit dan pos terpadu 23 unit, selama 18 hari mulai tanggal 7-24 Juni 2018.

Kata Hendro, untuk mengantipasi kecelakaan tahun ini, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi lintas sektor, sehingga angka kecelakaan tahun ini diharapkan dapat menurun.

“Kita akan melakukan pengawasan lalu lintas di saat-saat rawan kecelakaan,” katanya.
Katanya, menurut data laka tahun 2016 kecelakaan terjadi sebanyak 87, meninggal 25, luka berat 57, luka ringan 126 dengan kerugian materi Rp221,250 juta. Sedangkan tahun 2017 kecelakaan sebanyak 63, meninggal 31, luka berat 45, luka ringan 50 dengan kerugian Rp228,550 juta. (bai)