Bloomington Islamic Center Selalu Ramai Dikunjungi

Komunitas Muslim di Kota Bloomington lumayan besar dan mesjid atau Bloomington Islamic Center selalu ramai dikunjungi. Memang tidak ada data resmi mengenai jumlah pasti masyarakat Muslim di Bloomington karena banyak yang tinggal untuk sementara waktu saja. Sebagian besar kaum Muslimin di kota ini adalah mahasiswa sarjana dan pasca sarjana yang kuliah di Universitas Indiana Bloomington dan mahasiswa-mahasiswa ini berasal dari berbagai belahan dunia.

Para mahasiswa ini biasanya akan kembali ke negara masing-masing ketika studi mereka selesai. Secara umum, menurut saya, komunitas Muslim di Bloomington mewakili paling tidak 20 negara berbeda. Oleh sebab itu, latar belakang masyarakat Muslimnya sangatlah beragam.

Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) yang ada di Universitas Indiana Bloomington sangat aktif mengenalkan Islam dan puasa Ramadan kepada komunitas kampus melalui momen buka puasa bersama dengan komunitas non-Muslim.

Komunitas Muslim di Bloomington Islamic Center memiliki hubungan yang guyub, meski berbeda latar belakangnya. Mereka mampu menggalang dana untuk berbagai keperluan umat seperti bangunan mesjid, sekolah Islam, dan beberapa properti lainnya.

Menjadi minoritas di Amerika Serikat berarti siap untuk menjadi “duta” bagi agama Islam dan Indonesia. Banyak masyarakat Amerika yang tidak mengerti tentang agama Islam, khususnya tentang puasa Ramadan. Ada yang berpikir bahwa berpuasa itu hanya menahan lapar saja tetapi boleh minum ketika haus. Sebagai seorang Muslim, saya akan berusaha memberikan penjelasan tentang apa itu puasa Ramadan kepada rekan-rekan non-Muslim saya.

Biasanya orang-orang Amerika akan mudah menerima penjelasan saya dan memberikan toleransi yang bagus sekali. Saya ingat dulu pernah kuliah malam hari selama bulan Ramadan. Professor saya selalu memberikan waktu khusus bagi saya dan teman kelas yang Muslim lain untuk berbuka puasa.

Tinggal di Amerika Serikat Sebagai Sebuah Keluarga Muslim
Selama tinggal di Amerika, kami bersyukur bisa tinggal di Kota Bloomington, Indiana bersama penduduknya yang sangat progresif dan mendukung keberagaman. Kami mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal pelayanan publik. Saya ingat ketika istri saya melahirkan anak kami di Bloomington Hospital.

Permintaan kami sebagai keluarga Muslim dipenuhi oleh pihak rumah sakit saat saya meminta diberi kesempatan untuk mengadzankan dan meng-iqamat bayi kami segera setelah dia lahir karena, sebagai keluarga Muslim, kami ingin anak kami sesegera mungkin bisa mendengar adzan dan iqamat. Kami juga meminta agar perawat yang merawat istri saya adalah perempuan dan ini pun dipenuhi oleh pihak rumah sakit.

Saya mengalami kebebasan untuk melaksanakan ibadah saya sebagai pemeluk Islam dan bisa berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan tanpa perlu merasa khawatir. Bahkan, sering saya temui rekan-rekan Muslim melaksanakan sholat di tempat umum seperti di sudut-sudut gedung universitas atau di taman.

Masyarakat dan pemerintah kota Bloomington sangatlah toleran terhadap umat Islam. Ini yang selalu kami syukuri. Contoh nyata dari toleransi ini bisa dilihat ketika waktu shalat Jumat. Beberapa gereja yang berdekatan dengan mesjid mengizinkan jamaah untuk parkir di tempat parkir mereka. Bila tempat parkir di mesjid dan gereja terdekat penuh, kami juga diberi izin oleh pemerintah kota untuk parkir di pinggir jalan tanpa membayar parking permit selama dua jam. Biasanya petugas parkir juga tidak akan memeriksa dan maklum bila dijelaskan bahwa yang bersangkutan parkir karena ingin shalat Jumat.

Meski terkadang saya dan istri merasa was-was juga, terutama ketika berpergian keluar kota atau ke wilayah yang tidak kami kenali karena istri berhijab, namun saya percaya bahwa sebagian besar masyarakat Amerika menghormati kaum Muslim dan tidak anti terhadap Islam. Secara umum, pengalaman kami tinggal di Amerika sangat baik sekali. Kekhawatiran kami tidaklah membuat kami takut untuk menjelajah berbagai wilayah Amerika karena dengan menjelajah negara bagian yang lain di Amerika Serikat, kami bisa belajar mengenai keberagaman lebih banyak lagi. Oleh karenanya, kami sungguh bersyukur atas nikmat dan kesempatan melihat berbagai wilayah di Amerika dan mengalami keberagaman dan toleransi beragama di Amerika Serikat.