Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, Indonesia Fokus pada Isu Palestina

Menlu Retno Marsudi saat menunggu hasil pemungutan suara di Majelis Umum DK PBB. (dok.Kementerian Luar Negeri)

Harianrakyataceh.com – Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (DK PBB) mewakili Asia Pasifik. Setelah terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB, beberapa hal akan dilakukan, termasuk memerangi terorisme.

Usai pemilihan yang dilakukan di Majelis Umum PBB di New York, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sempat memberikan poin-poin yang nantinya akan ditekankan saat menjadi anggota. Poin yang pertama adalah memperkuat ekosistem perdamaian dan stabiltas global.

“Dalam hal ini Indonesia akan mendorong budaya Habit of Dialogue, dalam penyelesaian konflik,” kata Retno usai pemilihan kepada awak media, Jumat (8/6).

Markas PBB
Markas PBB di New York. (GBCS)

“Indonesia juga akan meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan,” tambahnya.

Selanjutnya, janji Indonesia adalah akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB. Tentunya, sinergi yang dilakukan adalah dalam menjaga perdamaian.

Selain itu, Indonesia juga akan menghadapi tantangan bersama masyarakat internasional dari terorisme dan ektremisme. Dengan cara, mendorong terbentuknya global comprehensive approach.

Terakhir, Indonesia akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam hal ini akan menciptakan perdamaian, keamanan, dan stabilitas, yang tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030.

Selain empat poin tersebut, Indonesia juga berjanji akan fokus pada isu Palestina. Bahkan, Retno menambahkan bahwa Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

(ce1/iml/JPC)