Kinerja Polisi di Pilkada Damai

Rakyat Aceh

PILKADA, pemilihan kepala daerah di Indonesia hanya tinggal hitungan hari yaitu tanggal 27 Juni 208. Berbagai persiapan telah dilakukan, baik penyelenggara Pilkada yaitu KPU maupun pemerintah, tak terlepas pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian yang di bantu TNI.

Hampir sama seluruh Indonesia, di Aceh juga dilakukan Pilkada tiga daerah yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Subulussalam. Hanya dua daerah yang pemimpin sebelumnya maju kembali yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Selatan.

Untuk dua daerah ini polisi bekerja esktra, sebab segala hal pasti akan muncul seperti berita hoak yang sering disebarkan di media sosial. “Mungkin jika instasi lain sudah bosan menghimbau dan meminta masyarakat untuk tidak percaya berita bohong. Tapi aparat kepolisian di lapangan yang dibantu TNI tidak bosan-bosan menghimbau. Bahkan, hingga duduk bersama masyarakat hingga tengah malam untuk memberi mencerahkan pemikiran positif,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, saat berbincang-bincang dengan Harian Rakyat Aceh beberapa waktu lalu.

Namun, berita hoaks untuk menciptakan Pilkada damai sering juga terjadi, seperti terjadi di Kabupaten Aceh Selatan yang diikuti oleh tujuh pasang calon Bupati dan Wakil Bupati (cabub-cawabub) yakni Tgk Husin Yusuf-Dr Mustafril, selanjutnya H Azwir SSos-Tgk Amran, Drs H Zulkarnaini MSi-M Jasa, Darman-Baital Makmur, HT Sama Indra SH-Drs H Harmaini MSi, H Mirwan MS SE-Zirhan SE dan terakhir H Karman BA SE-Afdhal Yasin.

Dari masa kampanye akan berlangsung dari 15 Februari hingga 23 Juni 2018 sejak masa kampanye dimulai, media cetak, online dan media Sosial dijejali berbagai berita tentang aksi kampanye negatif dan juga terjadi kampanye hitam di beberapa pertemuan dengan masyarakat yang dibuat oleh beberapa calon bupati.

Bedanya kampanye negatif menggunakan data, sedangkan kampanye hitam cenderung tanpa data, bahkan bisa dibilang fitnah. Fitnah dan kampanye hitam bukanlah suplemen yang baik bagi demokrasi, oleh karenanya harus dilawan, namun dengan cara yang cerdas dan legan.

“Kami berusaha melawan setiap kampanye dengan cara-cara cerdas, elegan dan terhormat, menjelaskan ke rakyat apa yang sudah dibuat oleh HT Sama Indra SH-Drs H Harmaini MSi dan siapa beliau,” ujar Hasrijal.

Dikatakannya, sebagai salah satu langkah kongkret tim Pasangan Putih bersama sejumlah kelompok relawan pendukung HT Sama Indra SH-Drs H Harmaini MSi, lainnya terus melakukan pendikikan politik yang baik di setiap pertemuan dan konsolidasi dengan rakyat untuk menjawab kampanye hitam.

“Model kampanye hitam paling banyak terjadi di dunia maya, baik melalui sosial media seperti Twitter atau Facebook dan sejenisnya, juga aplikasi pesan singkat, WhatsApp, bahkan melalui selebaran juga SMS,” ujarnya.

Belakangan juga beredarnya copian print out berita yang nara sumber dan sumbernya tidak jelas, yang secara membabi buta mendeskreditkan satu calon bupati. “Ini jelas tidak baik. Nah personil polisi di lapangan terus melakukan berbagai pemikiran positif bagi semua relawan, simpatisan calon yang didukung,” kata Hasrijal, sembari mengatakan salut atas kinerja polisi yang dibantu TNI menjaga kestabilan keamanan dengan melaksanakan patroli bersama dalam rangka menciptakan kondisi aman ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pilkada.

Kegiatan patroli gabungan tersebut adalah bentuk senergitas TNI/Polri dalam mengamankan wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan juga bentuk kesiapsiagaan menjelang Pilkada dengan tujuan terciptanya Aceh Selatan aman damai dan tentram.

Berbeda dengan Kota Subulussalam yang wilayah hukumnya masih dibawah Polres Aceh Singkil, dimana saat itu Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda, SIK melakukan kunjungan ke posko lima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam.

Kunjungan Kapolres Andrianto yang turut didampingi sejumlah punggawa Polres, merupakan agenda perkenalan setelah dua hari menjabat sebagai Kapolres menggantikan pejabat sebelumnya, AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK yang dimutasi menjadi Kapolres Aceh Utara.

Rombongan Kapolres yang pertama berkunjung ke rumah pasangan calon nomor urut 5, H. Affan Alfian Bintang-Salmaza. Di sana, Kapolres Andrianto diterima langsung oleh H Bintang sapaan H Affan Alfian Bintang bersama calon Wakilnya, Drs Salmaza bersama sejumlah tim pemenangan.

Di kediaman Bintang, Kapolres Andrianto mengawali pengenalan dirinya sebagai Kapolres baru. Kata Andrianto, tujuannya menyambangi posko pemenangan itu untuk menjalin silaturrahmi sekaligus memperkenalkan dirinya. Saat menyampaikan sambutan, Kapolres Andrianto berharap kepada pasangan calon dan tim pemenangan Bintang-Salmaza untuk selalu mentaati aturan yang telah ditentukan.

Usai dari posko Paslon nomor urut 5, rombongan Kapolres meranjak ke posko Paslon nomor urut 3 yakni H Asmauddin-Hj Asmidar. Di sana, Kapolres juga diterima langsung Paslon dan menyampaikan hal yang sama bahwa sama-sama mensukseskan Pilkada tahun ini. Selanjutnya, Kapolres meneruskan kunjungan ke posko Paslon nomor urut 2, Hj Sartina NA-Dedi Anwar Bancin dijalan Syekh Hamzah Fansuri.

Selanjutnya ke posko Paslon nomor urut 4, H Anasri-Ust Sabaruddin dan dilanjutkan ke posko Paslon nomor urut 1, Jalaluddin-Wagiman. Dalam keterangannya, Kapolres Andrianto menghimbau kepada seluruh masyarakat dan tim pemenangan masing-masing calon untuk menciptakan Pilkada damai, aman dan bermartabat.

“Kita ini semua bersaudara. Terlebih di Kota Subulussalam kelima Paslon ini masih ada kaitan kekeluargaan. Siapapun yang menang nantinya itu lah Walikota dan Wakil Walikota kedepannya. Maka dari itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Subulussalam untuk menciptakan Pilkada damai, aman dan bermartabat dan menjauhi fitnah, hoax yang bisa menimbulkan perpecahan antara warga,” pinta Kapolres.

Oleh: Baihaqi*)

*) Penulis adalah wartawan Harian Rakyat Aceh