Pasien DBD Singkil Terus Bertambah

PASIEN DBD: Fatan (6) di dampingi orang tuanya berobat ke RSUD Aceh Singkil, Kamis (20/6). Idrus Syahputra /Rakyat Aceh

SINGKIL (RA) – Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditanggani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil terus bertambah. Hingga kemarin petang, jumlahnya telah mencapai 10 pasien yang didominasi anak-anak.

Pasien terakhir yang mendapat perawatan Fatan (6) dan Fika (10), Kamis (21/6). Keduanya berasal dari Desa Sidodadi, Kecamatan Simpang, Aceh Singkil.
“Hari ini korban dibawa ke rumah sakit. Anak dari Suriami ,” kata perangkat desa setempat, Erry Sudhario.

Sebelumnya diberitakan dalam sebulan terakhir delapan orang positif mengalami DBD dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Lima diantaranya anak anak dan dua orang lagi dewasa.

Warga setempat mengharapkan Dinas Kesehatan segera bergerak untuk membasmi minimal mengurangi penularan nyamuk dengan cara fogging secara keseluruhan.
Sebelumnya secara terpisah Asdar Bancin, Kepada Desa Sidodadi mengaku dua anaknya terjangkit DBD.

“Anak saya dua orang terkena Ardi Anggoro Bancin (10) dan Ali Ardiansyah Bancin (18),” terangnya.  Akibat anaknya dirawat di rumah sakit, ia terpaksa lebaran di RSUD.

Ia juga mengaku mendapatkan laporan, bahwa penularan DBD juga terjadi di tetangga, Desa Sukarejo, Kain Golong dan Desa Pagi. Jumlah korban di Sukarejo sekitar 4-6 orang, Kain Golong dua orang dan di Pangi seorang.

Katanya, di Desa Sukarejo sudah beberapa bulan lalu di fogging. Informasi yang di terima Rakyat Aceh, akibat tajamnya penularan DBD tersebut sebagian warga setempat mengungsikan anak anaknya ke tempat yang lebih aman.

Suriami ibu dari kedua bocah tersebut mengaku belum mengetahui apa nama sakit kedua anaknya. Ia hanya tahu demam, karena banyak yang terkena DBD maka dibawa ke rumah-sakit.

“Belum ada keterangan resmi dari rumah sakit, kata mereka nanti sore di kasih tahu,” ungkapnya.

Direktur RSUD Aceh Singkil, Elvi Inayah mengatakan bahwa yang positif DBD uji lab hanya lima orang. Sementara lainnya hanya suspect.

Ia menyebutkan, semua pasien yang positif sudah pulang ke rumah masing masing, tapi dalam bahasa medisnya Pulang Berobat Jalan (PBJ). “Namun tadi pagi menerima pasien dua kakak beradik Fika dan Fatan dari Desa Sidodadi berobat ke sini, mereka masih di sini,” jelasnya. (mag-74/mai)