120 Brimob Aceh Dikirim ke Papua

BRIMOB ACEH: Sebanyak 120 Personil Brimob Aceh dikirim ke Papua selama 6 bulan yang ditempatkan di Polsek-Polsek rawan keamanan. Foto Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM memimpin upacara pelepasan personel Satbrimob Polda Aceh yang akan melaksanakan tugas BKO ke Polda Papua, di lapangan Mapolda, Selasa (26/6).

Sebanyak 120 Personel Satbrimob yang dilepas itu akan melaksanakan tugas selama 6 bulan untuk pengamanan Polsek rawan gangguan separatis kelompok kriminal bersenjata di wilayah Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.

Upacara pelepasan personel Satbrimob tersebut juga dihadiri Irwasda, para pejabat Utama, Pamen, Pama, Bintara, PNS Polda Aceh serta personel Satbrimob yang akan diberangkatkan ke Papua tersebut.

Wakapolda yang membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Rio S Djambak, mengatakan, sebagai bagian integral dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Aceh tentunya juga memiliki andil dan tanggung jawab untuk ikut serta membantu satuan pusat msupun kewilayahan lainnya dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam menangani kejahatan dengan tingkat eskalasi tinggi seperti gangguan kelompok kriminal bersenjata.

Sebagai salah satu satuan khusus di Kepolisian, Satuan Brimob dituntut untuk mampu dan senantiasa siap dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi.

Karenanya, Satuan Brimob dituntut memiliki tingkat kesiapan operasional yang tinggi dalam situasi apapun, dimanapun dan kapanpun dalam melaksanakan tugas yang diembannya.
Dikatakan Wakapolda, intensitas kerawanan di kedua wilayah tersebut, masih sangat tinggi terutama dari ancaman kelompok kriminalitas bersenjata. “Saudara-saudara nantinya akan melaksanakan tugas operasi selama 6 bulan khususnya di Polsek-Polsek dengan tingkat kerawanannya tinggi,” kata Wakapolda.

Kata Wakapolda lagi, adapun tujuan BKO yang dilaksanakan adalah untuk menangani wilayah rawan terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata yang dapat mengancam stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Papua dan menghambat roda pemerintahan dan pembangunan daerah baik perekonomian maupun infrastruktur serta aktifitas masyarakat sehari-hari.

Wakapolda juga mengatakan, selain kemampuan Brimob yang telah melekat, juga dituntut untuk bisa berkominikasi dengan semua elemen yang ada di wilayah operasi sehingga dapat terbinanya situasi yang aman dan tetap dalam keadaan kondusif.

“Buktikan Satbrimob Polda Aceh dapat diandalkan dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Bukan justru sebaliknya, menambah permasalahan bagi satuan operasi dan satuan kewilayahan di tempat saudara bertugas, kata Wakapolda lagi. (bai)