Irwandi Yusuf Jalani Pemeriksaan KPK Hingga Dinihari

DIPERIKSA : Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan di gedung Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Aceh hingga dini hari , Rabu (4/7). (hendri/rakyat aceh)

 

BANDA ACEH (RA) – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf hingga pukul 24.00 WIB, Rabu (4/7), masih berada di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Aceh untuk menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK.

Berdasarkan infomasi diperoleh, Gubernur Aceh drh Irwandi Yusuf diamankan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi di Pendopo Gubernur Aceh Kota Banda Aceh sekira pukul 20.15 WIB.

Padahal dua jam sebelumnya, dari akun Facebook miliknya sekira pukul 17.30 WIB diketahui masih mengudara menggunakan pesawatnya.  Gubernur yang telah memiliki lisensi pilot ini berdasarkan status FBnya take off dari Lhokseumawe dan  mengudara memutari perairan Aceh.

Kemudian sekira Pukul 21.05 Wib Irwandi Yusuf dibawa oleh 7 Orang dari Tim Satgas KPK ke Mapolda Aceh menggunakan Pajero Sport Warna Hitam.

Pantauan Koran ini di Mapolda Aceh, Irwandi Yusuf diperiksa di salah satu ruangan di gedung Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Aceh. Teungku Agam, sebagaimana dia biasa dipanggil terlihat banyak tersenyum dalam pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya menyebutkan, Irwandi Yusuf selama 24 jam ke depan memang akan menjalani pemeriksaan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK.

“Tim saat ini telah berada di Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan awal. Sesuai KUHAP, tim akan melakukan proses sampai penentuan status dalam waktu 24 jam,” ujar Febri.

Sebelumnya dia membenarkan adanya penangkapan dua kepala daerah di Aceh dilakukan oleh Tim Satgas  KPK. Pihaknya melakukan penangkapan 10 orang di Aceh yang terdiri dari dua kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS.

Dikataka Febri, pihaknya dari sore telah melakukan penangkapan dengan dugaan adanya terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara Negara di tingkat provinsi di salah satu kabupaten di Aceh.

Pada OTT ini tim telah menyita sejumlah uang ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee. (ibi/ra)