Irwandi Yusuf Tersangka

JAKARTA (RA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebagai tersangka kasus korupsi penyaluran dana Otsus tahun anggaran 2018. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyebutkan tersangka lainnya Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

“Disimpulkan tindak korupsi menerima hadiah oleh Gubernur Aceh dari dana Otsus. KPK meningkat status ke penyidikan,” sebut Basaria, Rabu (4/7).

Dua orang kepercayaan Irwandi berinisial HY dan TSB juga menjadi tersangka. Ketiganya dijerat pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Sementara Ahmadi, dijerat ayat 1 pasal 13 undang-undang yang sama.

Menurut Basaria, Irwandi Yusuf menerima hadiah dari pengalokasian penyaluran dana Otsus hingga ditingkatkan ke penyidikan. Dari Rp8 triliun dana Otsus, pemerintah Aceh mendapatkan 8 persen sementara daerah mendapat jatah 2 persen.

“Dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah sebagai perantara. KPK dalami penerimaan sebelumnya,” jelasnya.

Operasi senyap yang dilakukan tim KPK di Aceh berhasil mengamankan barang bukti Rp50 juta pecahan Rp100 ribu. Selain itu, bukti transaksi perbankan di BCA dan Mandiri serta catatan proyek lainnya.

“KPK sangat prihatin tentang tertangkapnya kepala daerah di Aceh. Aceh merupakan dampingan KPK dalam pencegahan korupsi dana Otsus yang dikelolanya.

Ahmadi Janji Kooperatif

Bupati Bener Meriah Ahmadi menginjakkan di Gedung Merah Putih KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (4/7).

Ia tiba pada pukul 22.30 WIB dengan mengenakan baju berwarna kuning dibalut sweater coklat.

Ahmadi sempat memberikan keterangannya kepada awak media. Ia mengatakan, sebelum di KPK ia diperiksa selama 8 jam di Polda Aceh dengan diberondong beberapa pertanyaan oleh penyidik.

“Saya Insya Allah akan menyampaikannya (kepada KPK) secara kooperatif. Tentu ini menjadi tanggungjawab selaku pejabat publik,” kata dia sambil berlalu.

Tak lama setelah itu, salah seorang dari pihak swasta juga sampai di Gedung KPK. Ia memakai baju belang-belang dengan riasan kaca mata hitam menggantung di kerah bajunya.

Iatak menyampaikan apapun ke awak media.
Sebelumnya, lembaga antirasuah telah melakukan OTT di daerah Aceh, Selasa (3/7).

Operasi tersebut berhasil mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS.

Diduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat Provinsi dan salah satu Kabupaten di Aceh.
(mai)