Rakor Lomba Siswa SMK Investasi Belum Sebanding yang Diperoleh

RAKOR: Kepala SMK mengikuti rapat koordinasi teknis tentang lomba-lomba siswa SMK Aceh di Banda Aceh, Kamis (5/7). BAIHAQI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem SAg MPd, mengadakan pertemuan rapat koordinasi (rakor) teknis tentang lomba-lomba siswa SMK Aceh yang diadakan selama empat hari dapat menghasilkan ide-ide untuk perbaikan.

“Inves yang dikeluarkan dinas belum sebanding dengan apa yang diperoleh. Ini perlu dibahas pada forum ini, dimana tahun sebelumnya dengan inves yang baik tapi belum mendapat hasil yang bagus. Lebih bagus dari tahun-tahun yang invesnya kecil,” kata Muslem, Rabu (4/7) malam.

Selain itu, ia juga meminta daerah-daerah yang tidak melakukan seleksi pada lomba tingkat SMK tidak diperkenankan ikut tingkat provinsi. Maka, untuk itu Muslem berharap daerah harus segera mengadakan lomba tingkat SMK.

“Jika tidak seleksi tingkat kabupaten/kota, tidak boleh ikut tingkat provinsi. Ini perlu perhatian semua kepala sekolah SMK,” katanya.

Sebab, kata Muslem yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Syaridin, negara telah berupaya mengoptimalkan dan memaksimalkan pembangunan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal, melalui pendidikan jalur formal untuk tingkat menengah, salah satunya adalah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pada sektor pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan kejuruan.

Dalam menyiapkan lulusan sekolah kejuruan yang handal, tidak mencukupi kalau mereka hanya dididik dan dilatih dengan sejumlah keterampilan sesuai bidang minat yang mereka tekuni, lulusan SMK dituntut memiliki sikap dan pandangan hidup yang dapat diterima oleh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri global.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya mampu menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja, memiliki Jiwa kepemimpinan tinggi, disiplin, profesional, handal dibidangnya dan produktif.

Dengan demikian, lulusan SMK idealnya merupakan tenaga kerja tingkat menengah yang siap pakai, dalam arti langsung bisa bekerja di dunia usaha dan industri.

“Saya minta agar rakor ini mampu mewujudkan langkah-langkah strategis, taktis dan implementatif yang dapat menjadi salah satu referensi dan rujukan terutama di lapangan nantinya dalam melakukan pembinaan dan pengembangan minat, bakat, karakter siswa SMK serta tersusunnya petunjuk teknis berbagai bidang lomba yang akan dilaksanakan dan kebijakan-kebijakan lain bagi Pemerintah Aceh dalam upaya meningkatkan kinerja SMK kita,” katanya. (bai/rif)