Jelang Diperiksa KPK Irwandi Masuk Rumah Sakit

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf

BANDA ACEH (RA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa memboyong Gubernur Aceh ke rumah sakit. Padahal sebelumnya, ia diagendakan jalani pemeriksaan untuk tersangka lainnya dugaan suap Dana Otonomi Tahun Aceh (DOKA).

“Irwandi direncanakan diperiksa untuk tersangka Hendri Yuzal, namun pagi ini (kemarin), berdasarkan rujukan dari dokter ke bagian penyakit dalam untuk kebutuhan kontrol ke rumah sakit,” jelas juru bicara KPK, Febri Adiansyah, Selasa (24/7).

Katanya, pemeriksaan silang terhadap tiga saksi, dua saksi diantaranya merupakan tersangka. T. Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal diperiksa sebagai saksi Irwandi. Sementara Irwandi diperiksa untuk tersangka Hendri Yuzal.

“KPK mengkonfirmasi pengetahuan saksi tentang aliran dana untuk tersangka Irwandi Yusuf yang merupakan Gubernur Aceh.

Pekan lalu, Irwandi juga sempat ditunda pemeriksaan akibat penyidik KPK harus meminta keterangan saksi Steffy, Rabu (18/7). Tenaga Ahli Aceh Marathon 2018 itu menjalani pemeriksaan selama 12 jam. Steffy mengaku dicecar sekitar 20-40 pertanyaan terkait aliran dana.

“Pemeriksaannya memakan waktu 12 jam, Ibu Steffy diperiksa dengan 12 halaman BAP, kurang lebih 40-60 pertanyaaan dan ditanyakan seputar aliran dana,” ungkap pengacara Steffy, Fahri Timur, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/7).

Saat ditanya perihal rumor kedekatannya dengan Irwandi, Steffy langsung menepisnya. Menurutnya, kedekatannya dengan pejabat nomors satu di ‘Serambi Mekkah’ tersebut sebatas rekan kerja, yakni sebagai staf ahli. “Saya hanya hubungan kerja dengan beliau (Irwandi),” katanya.

Oleh karena itu menurut Fahri, jika ada pertemuan antara Steffy dengan gubernur atau perangkat daerah yang lain, itu lebih pada pertemuan panitia dalam penyelenggaraan event marathon itu.

Sekedar informasi, kasus ini bermula saat Bupati Bener Meriah, Ahmadi diduga memberikan uang kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan insfrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada provinsi Aceh tahun anggaran 2018. (mai)