Jelang 13 Tahun Perdamaian Tokoh GAM Gelar Silaturahmi

Silaturahmi tokoh GAM untuk penguatan damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (28/7). FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA)– Beberapa pekan lagi, perdamaian Aceh 13 tahun. Usia yang matang untuk sebuah perjanjian damai. Jelang peringatan hari bersejarah itu, sejumlah tokoh mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh dan Swedia berkumpul di hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (28/7).

Dalam pertemuan itu mencuat, sebagai salah satu pihak penandatangan kesepakatan, mereka meyakini bahwa perdamaian perlu dijaga. Selain itu, pemerintah juga diyakini masih berkomitmen untuk menjaga kesepakatan itu.

“Silaturrahmi untuk mendukung perdamaian dan menambah erat persaudaraan. Pertemuan yang digagas sejak beberapa saat yang lalu, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan,” ujar mantan juru bicara GAM di Swedia, Bakhtiar Abdullah.

Pertemuan itu turut dihadiri Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar (Abu Radak) ketua dan wakil ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), mantan anggota tim perunding GAM di Helsinki, M. Nur Djuli dan Munawar Liza Zainal, anggota tim perunding GAM semasa CoHa, Amni Bin Ahmad Marzuki.

Turut serta ikut pertemuan mantan panglima GAM di daerah, Muharram dari Aceh Besar, Sarjani dan Aiyyub Abbas dari Pidie dan Pidie Jaya, Zulkarnaini (Tengku Ni) dari Pasee, Muslim Hasballah dari Aceh Timur, demikian juga Tengku Rani dan Helmi dari Aceh Tamiang, Darwis Djeunib dan Husaini (Tengku Batee) dari Batee Iliek.

“Pertemuan ini adalah sejarah, sebab lama kita tidak duduk-duduk bersama setelah dipecah oleh berbagai persoalan,” kata Muzakir Manaf (Mualem) saat membuka kegiatan.
“Ke depan kita harus sering duduk untuk sama-sama mencari jalan agar rakyat Aceh menjadi kuat dalam merawat perdamaian,” tambah Mualem.

Sedangkan Bakhtiar Abdullah di dalam pembukaannya menyampaikan bahwa damai Aceh ini ditempuh setelah konflik yang panjang, tanggung jawab GAM dan rakyat Aceh semua untuk menjaga dan mengisinya. Dengan menjaga kekompakan dalam bekerja, maka kesejahteraan bagi rakyat Aceh mudah dicapai.

Dalam kesempatan tersebut, Muharram menambahkan bahwa ke depan akan ada silaturrahmi yang lebih besar dengan mengundang pimpinan dan tokoh-tokoh GAM lain yang belum bisa berhadir.

Acara silaturrahmi ditutup dengan pembacaan doa oleh Tengku Ramli di penghujung acara. (rel/mai)