Lulus dari Penjara Israel, Ahed Tamimi Lanjutkan Perjuangan

Ahed Tamimi, (ist)

Harianrakyataceh.com, RAMALLAH – Ahed Tamimi, 17, akhirnya ’’lulus’’ dari penjara pemerintah Israel, Tepi Barat, Minggu (29/7). Dia bisa bertemu dengan Nariman Tamimi, sang ibu, dan ayahnya, Basseem Tamimi.

Pada momen haru, Tamimi tetap teguh untuk membebaskan warga Palestina dari pendudukan Israel.

’’Dari rumah martir ini, saya bilang. Perjuangan terus berlanjut sampai pendudukan tak lagi terjadi. Seluruh tahanan perempuan sangat kuat dan mendukung saya saat saya dipenjara,’’ ujarnya kepada Reuters di depan rumahnya di Nabi Saleh setelah bebas dari penjara.

Setelah bebas, Tamimi datang ke rumah Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan berziarah ke makam tokoh ikonik Palestina Yasser Arafat. Abbas pun memuji keteguhan dari belia yang harus melewatkan momen sweet seventeen di penjara tersebut.

’’Ahed Tamimi adalah panutan bagi Palestina. Dia menjadi contoh perjuangan kebebasan dan kemerdekaan kami,’’ ungkap Abbas sebagaimana dikutip Haaretz.

Memang Ahed merupakan salah seorang aktivis Palestina yang terkenal sejak kecil. Seakan mewarisi darah sang ayah, dia beberapa kali terekam menentang personel militer Israel sejak berumur 11 tahun. Dia selalu melawan ketika keluarganya, termasuk ayahnya, ditangkap pihak Israel.

Terakhir, Ahed menampar dan menendang salah seorang polisi Israel pada 15 Desember 2017. Video Ahed yang menyerang aparat itu direkam sang ibu dan menjadi viral.

Di antara 16 dakwaan oleh jaksa, dia akhirnya menerima 4 dakwaan. Ahed dihukum delapan bulan penjara dan didenda ILS (shekel) 5 ribu atau Rp 19 juta.

Amnesty International mengutuk putusan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan aturan hukum bagi anak di bawah umur.

Mereka menyebutkan bahwa saat ini masih ada 350 anak di bawah umur yang ditahan di penjara Palestina tanpa proses hukum yang adil. (bil/c14/dos)