Mahfud MD Konsisten Dukung Pemberantasan Korupsi

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. FOTO JAWA POS

 

JAKARTA (RA) – Mantan Ketua Mahkamah Konsttusi (MK) Mahfud MD menyampaikan orasi kebangsaannya mengenai pemberantasan korupsi di Pasar Baru, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

“Indonesia itu tantangannya juga musuh terbesarnya adalah korupsi,” tandas Mahfud dalam orasinya.

Mantan Menteri Pertahanan itu menyampaikan, pada 2012 KPK pernah mengundang ahli ekonomi dari Amerika Serikat untuk menghitung kekayaan Indonesia jika tidak ada korupsi.

Menurut Mahfud yang mengutip data KPK, setiap warga negara Indonesia dapat penghasilan Rp20 juta jika tidak ada kekayaan negara yang dikorupsi.

“Hasil hitungannya mengejutkan, kalau di Indonesia korupsi di pertambangan saja bisa dihapus dan pertambangan bisa dikelola profesional, maka setiap orang di Indonesia per kepala setiap bulan bisa dapat Rp 20 juta,” ungkap Mahfud.

“Sekarang itu di Indonesia tikusnya lebih besar dari kucingnya, makanya kucing nggak berani sama tikus,” tegasnya.

Menanggapi orasi kebangsaan Mahfud, peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz memuji konsistensi Mahfud dalam pemberantasan korupsi.

Contoh nyata dukungan Mahfud terhadap pemberantasan korupsi adalah saat membuka rekaman kriminalisasi terhadap komisioner KPK, Bibit-Chandra, dalam sidang MK pada 2009 silam.

“Pak Mahfud punya rekam jejak baik dalam menjaga KPK dari upaya pelemahan,” kata Donal, kepada wartawan, Selasa sore.

Donal menyampaikan, konsistensi Mahfud dalam pemberantasan korupsi membuatnya memiliki nilai lebih dari figur lain yang disebut-sebut masuk bursa bakal cawapres Joko Widodo.

Visi pemberantasan korupsi yang disampaikan Mahfud membedakannya dengan figur lain yang hanya ingin menjadi cawapres tanpa memberikan masukan untuk kemajuan bangsa.

“Mahfud MD juga aktif menolak revisi UU KPK yang melemahkan pemberantasan korupsi. Saya pikir komitmen pemberantasan korupsi inilah yang membuat nilai plus Pak Mahfud dibandingkan kandidat lainnya,” ungkap Donal. (ra/min)