Korsleting, Dua Rumah di Pulo Ara Terbakar

KEBAKARAN: Petugas pemadam dibantu masyarakat berusaha keras padamkan api rumah terbakar di Desa Pulo Ara Geudong Teungoh Kota Bireuen, Rabu (1/8). RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Dua unit rumah kontruksi permanen dua lantai di Dusun Bahagia, Desa Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Rabu (1/8) sekira pukul 11.00 WIB, terbakar diduga akibat arus pendek listrik (korsleting).

Tidak ada korban jiwa dan dengan cepat petugas pemadam dibantu masyarakat, anggota TNI, Polisi juga dari Satlantas Polres Bireuen memadamkan api sehingga tidak sampai merambat kerumah tetangga disamping.

Keterangan dihimpun Rakyat Aceh di Tkp dari Dara Mutia (24) ibu rumah tangga menempati rumah kontrakan milik dr Safrizal Jufri mengatakan, belum tahu pasti asal usul api. Saat itu Dara dikamar dengan anaknya Febiola (6) dan Sultan Alfarisi (4) sedang tidur.

Tiba-tiba istri Edi Saputra (30) itu terkejut mendengar buk Ainul Marziah tetangga disamping selatan rumah keluar sambil menjerit. Spontan Dara lari keluar rumah menyelamatkan kedua anaknya dan dilihat rumah kedua tetangga disamping dan dibelakang rumah terbakar.

Keuchik Pulo Ara Geudong Teungoh H Ridwan Azis ditanyai bersama Kepala BPBD Bireuen Muhammad Nasir SP.,MSM di tkp saat api sudah dipadamkan petugas pemadam didukung lima unit armada, mengatakan.

Dua rumah permanen kontruksi bagian belakang dua tingkat terbakar itu milik Ainul Marziah (62) dan Almarhumah Maryati (63) dan sumber api dugaan sementara dari pihak keluarga api berasal dari konslet arus pendek listrik.

Untuk kronologis kejadiannya hasil kajian cepat tim BPBD dan keterangan Keuchik Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh H Ridwan Aziz, kobaran api mulai terlihat sekira pukul 11.00 Wib, diantara rumah almarhumah Maryati belum ditempati dan rumah Ainul Marziah.

Dalam sekejab kobaran api dengan cepat membesar merambat kedua rumah, lalu warga meminta bantuan ke Pos Pemadam dibelakang kantor Camat Kota Juang yang berjarak 1 Km dari tkp, sehingga dengan cepat lima armada pemadam tiba dilokasi.

Petugas pemadam dibantu masyarakat dan anggota koramil, polsek dan Satlantas juga Tanaga serta RAPI berupaya keras memadamkan api menimbulkan asap hitam pekat sampai ke lantai dua. Api baru bisa dipadamkan pukul 12.00 Wib, dengan kondisi rumah konstruksi beton berlantai dua terbakar lebih kurang 60 persen.

“Menindaklanjuti kejadian kita kerahkan lima unit Damkar untuk pemadaman dan pendinginan lokasi, petugas TRC kembali kelokasi guna menyerahkan bantuan masa panik sesuai arahan Bapak Bupati Bireuen,” terang Kalaksa BPBD.

Harapan kami kepada kekuarga yang tertimpa musibah hendaknya bersabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT, pungkas Muhammad Nasir. (rah/min)