Elak Tabrak Avanza, Truk Minyak Masuk Parit

DIEVAKUASI : Mobil crant tengah berupaya mengevakuasi truk tronton jatuh parit mengelak tabrakan depan masjid Agung Sultan Jeumpa, Kota Bireuen, Minggu (5/8) sore. RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Elak tabrakan laga kambing dengan minibus Avanza, truk tangki tronton BL 8587 Z berisi 6 ton minyak malah terperosok ke parit, di pinggir jalan Bireuen-Takengon, Desa Meunasah Capa, Kota Bireuen, Minggu (5/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, dan jatuhnya truk itu akibat beton penutup parit dipasang untuk dilintasi mobil bobot ringan parkir, patah tidak kuat menahan beban berat.

Alamsyah AR (45) supir truk tronton ditanyai Rakyat Aceh di lokasi mengatakan, sebelumnya truk sedang melaju dari arah Takengon atau Juli menuju Kota Bireuen untuk bongkar muatan sisa minyak makan ada sekitar 6 ton lagi.

Sesampainya depan masjid Agung Sultan Jeumpa dari arah Kota Bireuen tiba-tiba datang satu unit mobil Avanza melaju kencang tarik ke kanan melewati ada satu mobil lain di depannya sedang berhenti dipinggir jalan.

Terkejut melihat minibus itu melaju ke arah depan mobil truk dikemudikanya untuk menghindari tabrakan fatal laga kambing, menghindari Alamsyah spontan banting setir ke atas jalan beton menutupi parit dipinggir birem jalan.

Diluar dugaan beton penutup parit itu tidak mampu menopang beban berat sehingga saat Alamsyah balas setiur hendak naik ke jalan, tiba-tiba roda depan dan belakang kiri terperosok ke dalam parit dan harus diangkat dengan alat berat jenis crant.

“Mencegah kejadian susulan kami mengharapkan pengurus masjid dapat membangun penutup parit yang kokoh dan juga memasang tanda-tanda daya tahan bebas atau larangan dilintasi oleh mobil bermuatan berat,” kata Alamsyah sambil mengungkapkan sebelumnya Sabtu (4/8) malam satu dump truk juga jatuh di lokasi.

M Nur (53) seorang pengurus masjid Agung Sultan Jeumpa, membenarkan sudah dua mobil truk muatan berat jatuh ke parit akibat dilokasi akibat patahnya beton penutup parit, pengurus berusaha segera memasang rambu atau tanda larangan.

“Kami segera berupaya pasang rambu agar mobil beban berat tidak melintas atau berhenti atas parit. Parit itu ditutup untuk bisa dilalui mobil pribadi warga parkir untuk pergi shalat di mesjid, dalam betonya ada dipasang besi 12,” pungkasnya. (rah/min)