Hadiri Pembukaan PKA Ribuan Masyarakat Padati Harapan Bangsa

Mentri Pendidikan, Muhadjir Effendy (dua kanan) berbincang dengan Plt Guburnur Aceh, Nova Iriansyah (kanan), Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar (dua kiri) dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Amiruddin (kiri) saat pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Stadion Harapana Bangsa, Lhiong Raya, Banda Aceh, Ahad (5/8). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Ribuan masyarakat Aceh dari 23 kabupaten/kota padati Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh hadiri pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Minggu (5/8).

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka perhelatan kebudayaan empat tahunan tersebut.

“Momen pagelaran khasanah budaya rakyat yang telah berlangsung di Aceh sejak tahun 1958,” kata Nova.

Menurutnya, PKA diselenggarakan untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama rakyat Aceh melalui kegiatan budaya dan syiar agama, mengingat ada banyak ragam budaya yang berkembang di Aceh.

“Semua budaya di Aceh umumnya tidak terpisahkan dari tradisi Islam. Sehingga ada pepatah yang menyebutkan, hukom ngon adat lagee dzat ngon sipheuet,” sebutnya.

Saat membuka PKA, Nova juga menyebutkan pemerintah Aceh sangat berkepentingan untuk merawat adat dan budaya. Alasannya, semua itu bagian dari identitas bangsa. Namun ia mengaku, langkah itu tidaklah mudah, mengingat derasnya arus globalisasi yang begitu mudah menggoda pola pikir masyarakat.

“Jika arus globalisasi ini tidak diantisipasi dengan baik, budaya dan tradisi lokal akan berpotensi dilupakan,” sebutnya.

Berdasarkan itu, katanya, salah satu program pemerintah Aceh, yaitu Aceh Meuadab, menekankan adanya upaya penguatan Syariat Islam dan pelestarian budaya, sehingga budaya bersyariat tetap menjadi identitas masyarakat.

“Pelaksanaan PKA ini, bagian dari program Aceh Meuadab yang kami jalankan itu. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan semua lembaga adat yang ada di Aceh,” terang Nova.

Selain sebagai budaya budaya, event PKA juga merupakan sarana untuk refleksi pembangunan Aceh selama beberapa tahun ke belakang. Karena itu di arena PKA ini juga disediakan berbagai informasi tentang Aceh, baik itu menyangkut perkembangan investasi, pariwisata, teknologi tepat guna, usaha kreatif masyarakat, dan sebagainya.

“Adapula workshop dan serasehan dunia usaha untuk mempromosikan peluang bisnis lokal,” jelasnya lagi. (eno/mai)