Kepala BNNP Aceh Hadiri Rakor Kementerian

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, saat menghadiri Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi dan Pelaksanaan Rekruitmen Calon Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Provinsi Aceh. Rabu (8/8) Foto Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Kepala BNNP Aceh, Brigjen PolDrs. Faisal Abdul Naser MH menghadiri Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi dan Pelaksanaan Rekruitmen Calon Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Provinsi Aceh.

 

 

Pada rapat tersebut Alfredo Sani Asdep Kepemudaan di Kementerian PMK, Yari Isnaini Kabid di Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora. Dimana yang menjadi peserta rapat dari Kemenpora, Kemenko PMK, Dispora Aceh, BNNP Aceh dan LSM Gema Desa Nusantara di Kyriad Muraya Hotel, Rabu (8/8).

 

 

Kepala BNNP Aceh mengatakan di Aceh saat ini dalam situasi darurat narkoba, dimana setiap gampong di Aceh ini sudah terkontaminasi narkoba. Dimana Aceh juga menjadi salah satu daerah penyuplai narkoba ke daerah daerah lainnya. Begitu juga dengan pelakunya, hampir semua orang yang berasal dari Aceh juga merupakan generasi muda Aceh.

 

 

Menurut jenderal bintang satu ini, upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Aceh ini tidaklah bisa dilakukan secara sendiri sendiri. Namun akan dapat terlaksana kalau dilakukan secara bersama sama, bersinergi dan saling membantu. “Saya tidak akan mampu sendirian dalam menjalankan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Provinsi Aceh ini tanpa dukungan,” tegas Faisal.

 

 

Brigjen Pol Faisal AN melanjutkan dengan situasi seperti ini, perlu adanya upaya serius dalam menjaga generasi muda kita dari pengaruh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang harus terus dikerjakan serta dilakukan oleh kita bersama sama bersinergi.
“Kalau dilakukan secara bersama sama Pasti Bisa (Nnarkoba diberantas),” ungkap Faisal.

 

 

Alfredo Sani mengatakan yang disampaikan oleh Kepala BNNP Aceh merupakan gambaran umum keadaan darurat narkoba di Aceh, dimana ini merupakan seperti fenomena gunung es. Yang tidak terlihat lebih banyak lagi ketimbang yang terlihat.

 

 

“Nanti bagaimana caranya perlu adanya rancangan yang jelas dan tersistem, dimana kita membagi tugas baik yang pencegahan hingga Pemberantasan. Hal ini akan kita sampaikan ke kementerian agar menjadi masukan yang serius dan dapat tewujud,” ungkap Alfredo.

 

Alfredo melanjutkan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan) yang akan dibentuk untuk tahap awal sebanyak 200 orang dimana kader inti ini selanjutnya akan melakukan pengkaderan lagi terhadap pemuda di daerah masing-masing nantinya.

 

 

Kadispora Aceh menyampaikan setelah mendengarkan apa yang sudah Brigjen Pol Faisal sampaikan mengenai keadaan darurat narkoba di Aceh, maka perlu perhatian serius. “Bapak Brigjen Pol Faisal saja yang bukan orang Asli Aceh begitu cintanya beliau kepada Aceh ini, yang begitu serius dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Aceh, bagaimana lagi saya yang merupakan orang Aceh asli,” tegasnya.

 

 

Kadispora melanjutkan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba ditahun 2018 akan dilakukan di dua kab/kota. (ril/bai)