Mengintip Villa Dicurigai KPK

Villa Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi, di lokasi perkebunan kopi di Desa Sinar Jaya, Paya Ringkel, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Ahad (26/8). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Pekan lalu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang warga Bener Meriah, Darussalam atau kerap dipanggil Darus. Ia dimintai keterangan terkait dugaan hadiah untuk Gubernur Aceh (non aktif), Irwandi Yusuf berupa kebun kopi.

Di kebun itu, telah dibangun villa yang dicurigai penyidik berkaitan dengan proyek-proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Hasil penelusuran Rakyat Aceh, kebun kopi seluas 3 hektar itu dibeli oleh Bupati Ahmadi, dari dua orang pemilik.

Menurut Kepala Desa Sinar Jaya Paya Ringkel, Riduan dibeli Ahmadi setelah ia terpilih menjadi Bupati Bener Meriah, namun belum dilatik.

“Karena wilayahnya berada di desa kami, kami disuruh untuk menjaganya sementara untuk administrasi jual beli langsung diurus di Notaris Simpang Tiga dan kami hanya mendampingi,” katanya, Minggu (26/8).

Ia menceritakan, sebelumnya pemilik tanah seluas 3 hektar tersebut memiliki sangkutan dengan pihak bank. Sehingga, pemilik kebun Saswin bersama abangnya menjual pada Ahmadi, luas kebun kopi 2 hektar dengan harga Rp500 juta.

Sementara sisanya 1 hektar, kebun tersebut dibeli oleh Darus dan selanjutnya, Darus menjual kembali kebun kopi tersebut ke Ahmadi.

“Apakah tanah yang dibeli oleh Darus diserahkan untuk Gubernur Aceh saya tidak tahu, sebab untuk kepengurusan administrasi Darus tidak pernah datang kemari,” katanya.

Pantauan Rakyat Aceh saat berkujung ke lokasi kebun kopi seluas 3 hektar tersebut, sudah dibangun vila kecil berkonstruksi kontruksi kayu, namun tidak ada penghuni. Informasi dari masyarakat setempat, sebelum berkasus, ramai warga datang untuk sekedar berselfie. (mag-70/mai)