Tiga Hari Sepeninggalan Brigadir Faisal Siti Bersalin di As Syifa

Putra Almarhum Brigadir Anumerta Faisal, terlahir selamat dengan berat 2,9 Kg di Klinik As-Syifa, Meunasah Bi, Meurah Dua, Pidie Jaya sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (28/8). For Rakyat Aceh

MEURAH DUA (RA) – Tiga hari usai meninggalnya anggota Polres Aceh Utara, Brigadir Anumerta Faisal, korban penikaman kelompok kriminal bersenjata di kawasan Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Siti Nurrahmi (27) istrinya melahirkan putra pertama.

“Alhamdulillah bayinya sudah lahir,” kata Henny Yulinar, bidan yang menangani proses persalinan, Selasa (28/8).

Siti bersalin di Klinik As-syifa, Gampong Menasah Bi, Meurah Dua, Pidie Jaya sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (28/8). Menurut Henny, bayi tersebut memiliki berat 2,9 Kg bersalin dengan lancar. “Saat ini ibu bayi dalam kondisi lemas dan sedang mendapat perawatan,” sebut Henny.

Seperti diberitakan sebelumnya, Idul Adha lalu, pertemuan terakhir Brigadir Faisal dan ibunya Khatijah. Brigadir Faisal dimakamkan di Gampong Rambong, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Usai pemakaman, Khatijah mengaku tak menyangka, janji anaknya itu merupakan pesan terakhir. Pulang ke tanah kelahiran untuk selama-lamanya.

“Tidak. Tidak ada firasat apa-apa!” mata Khatijah berkaca.
Lagi pula, saat pertemuan terakhir Brigadir Faisal dalam kondisi sehat. Ia pamit kembali berdinas jalankan tugas negara.

“Tidak ada mimpi apa-apa. Juga tidak ada pesan khusus pada saya dan kakaknya, saat hendak kembali ke Aceh Utara hari Jumat kemarin,” kali ini, air mata banjiri pipi Khadijah.
Istri Hamzah itu, mengetahui anaknya telah meninggal Minggu dini hari. Ia bercerita, Kapolsek Meureudu bersama personel Polres Pidie serta Keuchik Gampong setempat, mendatangi rumahnya.

Ia kaget ada yang mengetuk pintu, sebelum ayam berkokok. “Ada apa?” pertanyaan itu, tak langsung dijawab para tamunya.

“Bu, maaf bu. Faisal mengalami musibah dalam menjalankan tugas.”
Khatijah mengulang perkataan Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma.

Mendengar itu, Khadijah langsung roboh. “Saya pingsan tak tau apa-apa lagi. Begitu saya sadar, orang sudah ramai di rumah, termasuk masih ada bapak Kapolsek dan dari Polres,” kisahnya. (amz/mai)