Senjata Bripka Faisal Belum Ditemukan

Kasat Reskrim Aceh Utara, Iptu Rizki Kholiddiansyah (kiri) melihat warga yang membantu proses pencarian senjata milik anggota Polres yang meninggal di Kula Jambo Aye, Seunedun, Aceh Utara, Rabu (29/8). FOR RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Upaya pencarian senjata api jenis AK-56 milik anggota Polres Aceh Utara, Bripka Anumerta Faisal, masih terus dilakukan. Lokasi pencarian di Kuala Jamboe Aye, Gampong Teupien Kuyuen, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Tim Polres Aceh Utara, yang dibantu oleh tim SAR, Pol Airud Lhokseumawe dan masyarakat belum berhasil menemukan senjata api tersebut. Pencarian di Kuala Jamboe Aye, sudah mulai dilakukan dengan menyelam selama tiga hari ini, sejak Senin belum membuahkan hasil.

Senjata api itu dirampas oleh kelompok kriminal yang diklaim polisi bernama Setan Botak Peureulak dari tangan Bripka Anumerta Faisal. Sebelumnya, anggota Polres ini ditikam dengan senjata tajam hingga meninggal dunia di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pukul 01.00 WIB, Minggu (26/8).

“Pencarian senjata api yang hilang itu masih terus kita lakukan. Dan untuk berapa hari pencarian belum saya tentukan,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian, kepada Rakyat Aceh, kemarin. Ia berharap, semoga senjata itu dapat ditemukan kembali.

Sementara informasi yang dihimpun Rakyat Aceh, senjata api yang dirampas dari Bripka Anumerta Faisal dipegang Zul. Setelah membunuh anggota polisi itu, Zul bersama rekannya kabur dari lokasi kejadian.

Namun, saat menyeberang Kuala Jamboe Aye, senjata laras panjang yang dipegang terjatuh, sehingga dirinya menancapkan kayu dipinggir kuala sebagai tanda lokasi.

Sayangnya, Zul ketika berhadapan dengan tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur, saat penyergapan melawan petugas. Ia melemparkan granat manggis ke arah anggota polisi, sehingga terpaksa Zul dilumpuhkan dengan timah panas hingga meninggal dunia. (arm/mai)